Wapres: Jangan Main-main dengan Beras

Selasa, 15 Desember 2009 00:00 WIB
537x ditampilkan Bisnis

Wakil Presiden Boediono mengingatkan agar para pemangku kepentingan (stake holder) di bidang pertanian tidak main-main dengan pangan, terutama beras. Apabila terjadi masalah pangan seperti kekurangan pasokan beras, maka sulit bagi pemerintah mengatasi kri
Wakil Presiden Boediono mengingatkan agar para pemangku kepentingan (stake holder) di bidang pertanian tidak main-main dengan pangan, terutama beras. Apabila terjadi masalah pangan seperti kekurangan pasokan beras, maka sulit bagi pemerintah mengatasi krisis pangan, terkecuali pemerintah menyiapkan cadangan pangan itu sendiri.

Demikian disampaikan Boediono saat memberikan sambutan di acara penyerahan penghargaan Ketahanan Pangan Tahun 2009 di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (15/12/2009).

Dalam acara itu hadir Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurti dan sejumlah kepala daerah, pengusaha dan para petani serta kelompok tani yang dinilai berjasa menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan secara nasional.

"Kita tidak boleh main-main, karena kita dorong para gubernur, walikota dan bupati serta petani yang sekarang mendapat prestasi. Jangan lengah sedikit pun. Tolong kita melihat ini dengan kewaspadaan dengan pengandaian terjadinya badai kering Elnino," tandas Boediono.

Oleh sebab itu, tambah Boediono, masalah dasarnya adalah bagaimana meningkatkan pasokan pangan kita dengan cara memaksimumkan panen raya di masa datang.

"Kita katakan Elnino tidak akan terjadi seperti sekarang ini. Namun, pertanda ini (Elnino) akan terjadi dekat dengan kejadian yang akan terjadi. Oleh sebab itu, tanda-tanda itu digunakan untuk pegangan," tambah Boediono.

Menurut Boediono, sekarang kondisinya kelihatan aman-aman saja. "Bagi kita adalah cari strategi yang paling aman seandainya Elnino terjadi. Apa yang akan kita lakukan? Karena itu, kita harus siapkan Plan B seperti program beras untuk warga miskini (raskin), ada ketersediannya dan harganya terjangkau," lanjut Boedino.

Apalagi, kata Boediono, sekarang ini, harga beras di luar negeri meningkat terkait dengan meningkatnya permintaan beras oleh Filipina dan India. Wapres berharap target produksi beras sekarang ini ditingkatkan sampai 110-120 persen.

Bayu Krisnamurti mengatakan saat ini, produksi beras mencapai 36 juta ton beras dan gabah mencapai 60 juta ton. "Tahun depan situasi pangan kita cukup baik, akan tetapi kita masih menghadapi tekanan di antaranya harga beras di pasar internasional," demikian Bayu Krisnamurti.