Minim Pergerakan, Budaya Organisasi Mahasiswa Kepri Dipertanyakan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 5 Januari 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.377 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG -Budaya organisasi perlu dikenalkan kepada mahasiswa untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi kinerja pada suatu organisasi sehingga mahasiswa mampu menjalankan organisasi sesuai dengan tujuan sehingga setelah lulus dari perguruan
TANJUNGPINANG -Budaya organisasi perlu dikenalkan kepada mahasiswa untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi kinerja pada suatu organisasi sehingga mahasiswa mampu menjalankan organisasi sesuai dengan tujuan sehingga setelah lulus dari perguruan tinggi mahasiswa sudah siap untuk terjun ke lapangan baik di organisasi pemerintah dan non pemerintah.

Harapan tersebut diseminarkan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara(HIMARA) dengan mendatangkan nara sumber berkompeten seperti Dr. Ir Hj. Nuraida Mokhsen,MA asisten II Pemprov Kepri, Dedi Muliana selaku pimpinan Bank Muamalat cabang Tanjungpinang, Yayat Hidayat pimpinan Bank BTN cabang Tanjungpinang serta dari akademisi Endri Sanopaka S,Sos.MPM.

Seminar bertajuk Budaya Organisasi Meningkatkan Efektifitas dan Efesiensi Kinerja dihadiri mahasiswa STISIPOL, ketua STISIPOL Raja Haji serta ketua program studi Ilmu Administrasi Negara(IAN) Diah Siti Utari,SE,M.Si di aula STISIPOL, selasa(6/01).

Seminar tersebut membincangkan budaya organaisasi di bidang perbankan, pemerintahan serta peerguruan tinggi. Yayat Hidayat sebagai salah satu nara sumber memaparkan nilai budaya kerja yang diterapkan Bank Tabungan Negara(BTN) dengan konsep POLA PRIMA singkatan dari pelayanan prima, inovasi, keteladanan, profesional, integritas, serta kemitraan. Konsep tersebut baru dipalikasikan pada tahun 2007.

"Nilai budaya kerja BTN menerapkan jargon POLA PRIMA yang disosialisasikan mulai tahun 2007 dan hasilnya berimbas dalam internal karyawan BTN seperti komunikasi antara pimpinan dan staf menjadi lebih dekat, tranparansi penerimaan jabatan sedangkan eksternalnya memberikan pelayanan kepada nasabah BTN secara cepat dan nyaman", jawab yayat setelah diajukan pertanyaan dari salah satu peserta mahasiswa.

Sementara itu, pertanyaan dari mahasiswa lain ditujukan kepada Nuraida Mokhsen dan pimpinan Bank Muamalat. "saya pernah mendengar bahwasanya dunia pemerintahan adalan lingkaran setan, bagaimana menurut ibu dengan makna tersebut karena ibu sudah lama berkecimpung di dunia pemerintahan, tanya salah satu seorang mahasiswi STISIPOL.

Ada juga peserta menanyakan hubungan logo bank dengan budaya organisasi yang diterapkan di bank tersebut. "Bisa bapak jelaskan hubungan logo Bank Muamalat dengan penerapan nilai budaya di lingkungan kerja bapak, tanya Anidar mahasiswa jurusan Ilmu pemerintahan.

Joshua pardede selaku ketua panitia seminar menyatakan bahwa tujuan dari dilaksanakanya kegiatan tersebut untuk menumbuhkan semangat berorganisasi diantara mahasiswa dan menciptakan serta mengembangkan budaya organisasi yang baik.