Nur Syafriadi Harus Profesional
TANJUNGPINANG -Jelang Pemilukada di Kepulauan Riau pada 26 Mei 2010 mendatang, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia menyatakan sikap siap mengawal Pemilukada dan meminta Ketua DPRD Nur Syafriadi yang juga sebagai tim sukses salah satu bakal cal
TANJUNGPINANG -Jelang Pemilukada di Kepulauan Riau pada 26 Mei 2010 mendatang, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia menyatakan sikap siap mengawal Pemilukada dan meminta Ketua DPRD Nur Syafriadi yang juga sebagai tim sukses salah satu bakal calon gubernur Kepulauan Riau untuk bekerja secara profesional mengingat PR dan kerja-kerja di dewan sangat banyak dan membutuhkan perannya yang cukup besar.
Demikian sebut Sekjend KAMMI Daerah Kepulauan Riau, M. Redha Helmi. Kepada wartawan, mahasiswa STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang ini mengatakan ada beberapa
bentuk pengawalan yang dilakukan oleh KAMMI jelang Pemilukada dilaksanakan pada 26 Mei 2010 mendatang.
Salah satu diantaranya pengawalan DPT (Daftar Pemilih Tetap), pemantauan Pemilukada dengan meletakkan para aktivisnya pada lembaga pemantauan independent dan
melakukan sejumlah aksi demontrasi ke KPUD Kepulauan Riau jika terdapat banyak kejanggalan.
"Secara insitusi, KAMMI tidak akan mendukung salah satu calon pun di Pemilukada Kepri, kami sebagai gerakan mahasiswa akan siap mengawal Pemilukada yang profesional dan bersih dari kecurangan-kecurangan seperti penggelembungan DPT," kata M. Redha Helmi.
Sementara itu, mantan Ketua BEM STISIPOL Raja Haji, Raja Dachroni yang kini aktif di salah satu komunitas wirausaha, komunitas otak kanan (KOK) Tanjungpinang
mengatakan KPUD Kepulauan Riau dan KPUD yang kebetulan di daerahnya menyelenggarakan Pemilukada seperti di Bintan, Anambas dan Lingga harus netral serta
tidak menerima pesan politik dari pihak manapun.
Selain itu, dia juga meminta kepada Ketua DPRD Kepulauan Riau, Nur Syafriadi untuk tetap fokus pada kerja-kerja di DPRD kendati dia juga merupakan bagian tim
sukses dari salah satu bacagubkepri, Aida Ismeth.
"Memang secara aturan tidak ada yang melarang, namun kita tidak ingin Ketua DPRD Kepri yang dipilih oleh masyarakat tidak bekerja maksimal untuk rakyat itu
terpecah konsentrasinya karena di DPRD sendiri masih banyak kerja yang harus diselesaikan," tegas Dachroni.
Ditambahkannya, selain itu, kita juga tidak ingin jabatan yang dipegang Nur Syafriadi nanti menjadi alat untuk mengontrol kebijakan KPUD untuk calon yang
disukseskannya.
"Harapan kita DPRD bisa memainkan peranannya untuk mengontrol KPUD tapi secara netral bukan berpihak pada salah satu calon, selain itu kita meminta kepada KPUD Kepri untuk segera melakukan sosialisasi dan kami sebagai elemen gerakan muda yang peduli terhadap pembangunan Kepri siap membantu menyosialisasikan Pemilukada kepada masyarakat dengan konsep marketing di komunitas yang kami miliki," tutup Dachroni.

