Mahasiswa Audiensi dengan Walikota Tanjungpinang

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 1 Februari 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 891 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG - Senin (1/2) menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Tanjungpinang pada minggu (24/1) yang lalu, pemerintah kota Tanjungpinang mengundang KAMMI Komisariat Tanjungpin
TANJUNGPINANG - Senin (1/2) menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Tanjungpinang pada minggu (24/1) yang lalu, pemerintah kota Tanjungpinang mengundang KAMMI Komisariat Tanjungpinang untuk audiensi dengan pemerintah kota mengenai pernyataan sikap mahasiswa yang menilai pemerintah belum optimal dalam melakukan perannya.

Audiensi tesebut dilakukan diruang rapat kantor Walikota Tanjungpinang. Dalam pertemuan tersebut Walikota Tanjungpinang di dampingi oleh Edward Mushali Wakil Walikota berserta Sekda dan Ketua Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang M. Arif.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 3 Jam tersebut, KAMMI Komisariat Tanjungpinang yang di ketuai Oleh Budi Gunawan kembali mempertanyakan tentang permasalah pelaksanaan kerja pemerintahan dalam mencapai Visi Kota Tanjungpinang. Permasalahan yang dibahas diantaranya adalah tentang permasalahan trayek angkot, infrsastuktur pelabuhan Tanjungpinang, Pasar Tradisional, lokalisasi prostitusi dan sebagainya.

Saat dijumpai setelah audiensi tersebut Budi Gunawan mengatakan bahwa pemerintah kota Tanjungpinang memang belum optimal." Kita memahami apa yang disampaikan oleh Walikota, namun pada intinya pemerintah Kota memang belum optimal dalam menjalankan tugasnya. hal ini tampak dari kurang sehatnya kepengurusan pemerintah kota karena banyak yang masih bertugas sebagai Pelaksana tugas(plt)" kata Budi. Ditambahnya lagi pertanyaan yang dijawab oleh Walikota masih banyak yang besifat cerita-cerita dan Walikota mengakui bahwa kerjanya masih banyak yang belum terlaksana dengan baik." apa yang kami tanyakan dijawab dengan jawaban yang tidak memuaskan, Walikota terlalu banyak cerita" tambah Budi