Guru Honor TPA Terancam Dipecat >>>Terkait tidak Mendukung Calon Bupati

Diterbitkan oleh pada Selasa, 16 Februari 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 939 kali ditampilkan

LINGGA - Kejamnya politik, mungkin ini menjadi paradigma dimasyarakat luas, apalagi ini nampaknya bukan sekedar ucapan belaka tapi ancaman ini benar-benar terjadi di Lingga. Guru honor Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) terancam dipecat karena tidak m
LINGGA - Kejamnya politik, mungkin ini menjadi paradigma dimasyarakat luas, apalagi ini nampaknya bukan sekedar ucapan belaka tapi ancaman ini benar-benar terjadi di Lingga. Guru honor Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) terancam dipecat karena tidak mendukung salah satu calon bupati di Lingga.

Politik ancam mengancam nampaknya mulai terjadi di Lingga, tepatnya di daerah kecamatan Lingga ada oknum yang mengancam salah seorang guru honor TPA akan dipecat kalau seandainya dia tidak mendukung pasangan yang diusung oknum tersebut.

Seorang guru honor yang enggan menyebutkan namanya itu kepada terkininews mengeluhkan " kenapalah karena politik kami menjadi korban, padahal setahu kami gaji yang kami terima ini berasal dari uang daerah atau uang rakyat Lingga bukan milik salah seorang pejabat, ini sudah seperti rezim. Bagaimana kami mau memilih pemimpin yang seperti ini, yang tidak siap dengan kekalahannya sehingga menggunakan berbagai cara yang kurang baik untuk mendapat dukungan," ujar guru separuh baya dengan nada lesu.

Hal ini juga dibenarkan oleh beberapa orang guru honor TPA di Lingga Utara yang juga enggan menyebutkan namanya karena mendapat ancaman yang sama, ada informasi untuk tahun 2010 ini pihak dinas yang membidangi masalah honor TPA ini katanya memilih guru honor beradasarkan orang-orang yang mendukung calon pasangannya saja.

Arwan salah seorang tokoh muda di Senayang menuturkan kepada terkininews.com , " jika ini benar-benar terjadi berarti pemimpin seperti inilah yang paling tidak layak di pilih. Karena mengorbankan orang-orang yang telah berjasa mengajarkan Al-Quran kepada generasi muda, bukan didukung tapi malah dibawa ke unsur politik. Kita doakan saja semoga pemimpin Lingga kedepan adalah pemimpin yang siap menang dan kalah serta benar-benar ingin membangun Lingga kedepan untuk lebih baik lagi", papar Arwan melalui handphonenya.***