Nurul F. Huda Terinspirasi Karena Fenomena Ngerumpi

Selasa, 23 Februari 2010 00:00 WIB
919x ditampilkan Profil

Sembari Cari Kutu, Panduan Cerdas Ngerumpi. Demikian judul buku terbaru, Nurul F. Huda, penulis nasional yang sempat mengisi kolom di salah satu media cetak terbitan Batam.
Sembari Cari Kutu, Panduan Cerdas Ngerumpi. Demikian judul buku terbaru, Nurul F. Huda, penulis nasional yang sempat mengisi kolom di salah satu media cetak terbitan Batam.

Kepada terkininews.com dia mengaku buku ini sebenarnya merupakan hasil buah penanya di kolom my mind yang terbit setiap hari Ahad. Dia mengisahkan, fenomena ngerumpi sebenarnya bisa menjadi nilai positif asalkan di bawa ke arah yang beraroma positif.

Dikatakannya, buku ini berasal dari kolom saya My Mind, yang terbit setiap hari Minggu di Batam Pos. Saya sengaja memilih tema yang menyangkut perempuan seperti Ketika Perempuan Selingkuh, mengangkat arti kesetiaan (ada di notes FB saya). Dia juga mengangkat tema Seks dan Perempuan, karena baginya hal ini persoalan yang seharusnya menjadi bahasan penting bagi perempuan terkait perannya sebagai istri. Insiprasi saya berasal dari realita.

"Saya melihat realita, saya merasa ada yang perlu dikritisi, saya pikirkan, saya tulis. Saya ingin mengajak perempuan lebih analitis dalam mensikapi masalah-masalah mereka. Jadi, kalau ditanya apa yang menginspirasi? Karena saya melihat perempuan perlu menjadi lebih kritis, analitis dan mengerti berbagai masalah mereka secara lebih rasional," kata Nurul F. Huda kepada terkininews.com belum lama ini.

Dalam bukunya dipaparkan tentang ngerumpi yang sehat. Menurutnya, istilah ngerumpi kan bahasa tidak baku. Istilah bakunya bergunjing. Konotasinya negatif, membicarakan keburukan orang lain baik personal ataupun komunal.

"Kalau saya ditanya ngerumpi yang sehat, ya fokus pada masalahnya, temanya. Tidak perlu menelisik personnya apalagi disertai penilaian subyektif. Jadi, ngerumpi sehat ya diskusi. Nah, sayangnya sejak masih sekolah, kuliah, hingga menjadi katakanlah, ibu-ibu, menurut saya, kebanyakan perempuan tidak suka diskusi, tapi benar-benar ngerumpi," tambah Nurul F. Huda.

Dia mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar empat bulan menyelesaikan bukunya ini. Pesan moral yang ingin dia sampaikan cukup banyak dalam buku ini namun pada intinya dia berpesan Banyak hal yang terjadi, dialami, dilihat, dirasakan.

Semua sebenarnya bisa menjadi pembelajaran, pemikiran. Cobalah untuk melihat sekeliling dengan lebih mendalam dan berpikir bagaimana agar ketika yang kita lihat itu tidak baik, menjadi baik.***