Kepri Membutuhkan Pemimpin yang Memiliki Banyak Jaringan

Diterbitkan oleh Shofi pada Rabu, 24 Maret 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 858 kali ditampilkan

BATAM - Kendati tergolong propinsi baru, Propinsi Kepulauan Riau telah menunjukkan prestasi yang cukup baik dibandingkan propinsi-propinsi lain yang sudah lama ada.
BATAM - Kendati tergolong propinsi baru, Propinsi Kepulauan Riau telah menunjukkan prestasi yang cukup baik dibandingkan propinsi-propinsi lain yang sudah lama ada. Untuk mempertahankan hal tersebut, Kepri membutuhkan pemimpin yang memiliki jaringan yang kuat di tingkat nasional.

Menurut DR. Nuraida Mokhsen, berdasarkan data statistik yang ada tingkat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi tingkat nasional, selain itu propinsi Kepulauan Riau tingkat IPM-nya juga memiliki prestasi yang cukup baik, Kepri mendapat peringkat ke-6 dari 33 propinsi di Indonesia.

"Jika dilihat dari sisi ekonomi jelas pertumbuhan ekonomi di Kepri jauh lebih baik dibandingkan propinsi yang sudah lama berdiri dan pembangunan infrastruktur di masing-masing kabupaten dan kota juga sudah tampak," kata Nuraida Mokhsen.

Meskipun begitu, dia pun sadar jika lima tahun Kepulauan Riau memiliki pemimpin baru secara otomatis pemimpin yang baru nanti harus bisa membawa Kepri lebih maju dan masyarakatnya bisa lebih sejahtera.

Ditanya soal putra daerah dan kepemimpinan Melayu, menurutnya, bukan itu yang dibutuhkan oleh Kepulauan Riau saat ini. Akan tetapi, Kepulauan Riau membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki banyak jaringan dan memiliki komitmen untuk membangun Kepulauan Riau dan menyejahterakan masyarakatnya.

Melihat dari sisi ekonomi dan pembangunan sebenarnya Kepulauan Riau itu memerlukan pemimpin yang bisa memberdayakan dan jeli melihat kondisi geografis Kepulauan Riau, memiliki wawasan yang luas dan yang terpenting memiliki jaringan atau networking yang luas baik tingkat nasional maupun internasional.

"Terus terang kendala pembangunan di Kepulauan Riau adalah masalah lobi-lobi di tingkat nasional dan koordinasi. Banyak sekali peraturan yang mengikat kita sehingga kita membutuhkan pemimpin yang memiliki jaringan yang luas," tutup Nuraida Mokhsen.