DPM Minta Pemerintah Povinsi Kepri Utamakan Putra Daerah

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 12 April 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.004 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG -Dalam mempertahankan dan memelihara kebudayaan melayu di kota pantun yaitu Tanjungpinang dan umumnya Provinsi Kepri.
TANJUNGPINANG -Dalam mempertahankan dan memelihara kebudayaan melayu di kota pantun yaitu Tanjungpinang dan umumnya Provinsi Kepri.

Puluhan pemuda melayu mengatasnamakan Dewan Pemuda Melayu(DPM) serta pengurusnya dikukuhkan oleh walikota Tanjungpinang yang diwakili oleh Pok Yong Kadir Kasi bidang administrasi umum di Melayu Square Tanjungpinang, Sabtu(10/4).

Agus Saputra, Spdi selaku ketua umum DPM menyatakan bahwa keberdaan DPM ingin melestarikaan kebudayaan melayu sehingga melayu tidak hilang di Kepulauan Riau dikarenakan derasnya arus globalisasi dan budaya barat masuk di kepri.

Seiring pengukuhan pengurus DPM Kota Tanjungpinang juga dibacakan nominasi gelar "TOK" yang berjasa dalam melestarikan budaya melayu di daerah hingga ke tingkat nasional, diantaranya Rendra Setyadiharja sang maestro pantun yang pernah dikirim ke jakarta dalam penampilannya berbalas pantun di depan menteri pariwisara dan Kebudyaan di TMII.

"Gelar "TOK" yang telah kami berikan akan kami lepas apabila orang tersebut telah melanggar moral dan ketentuan hukum Indonesia yang berlaku saat ini", tegas Agus di sela-sela penyampaian sambutannya.

DPM juga menyatakan sikap anatara lain diajukan kepada pemerintah provinsi kepri agar membuka kesempatan bagi putra daerah untuk membangun daerahnya di bidang pemerintahan Provinsi Kepri.

"Kami meminta Gubernur Provinsi Kepri lebih memperhatikan putra dan putri melayu untuk masuk menjadi pegawai dan tenaga honorer di pemerintahan di Provinsi Kepulauan Riau", imbuh Zambrianto selaku Ketua DPM Tanjungpinang.

Pengukuhan DPM juga dimeriahkan dengan penampilan pesulap muda bernama Impedimenta yang menuai decak kagum tamu undangan yang hadir pada acara tersebut.