HIMPAB Ajukan Sekolah Tinggi Pariwisata Di Kepri
TANJUNGPINANG -Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HIMPAB (Himpunan Mahasiswa Pulau Bintan) mengakhiri kegiatan pengenalan pariwisata dan budaya kepada mahasiwa se-Indonesia dengan pengetukan palu oleh Arifin, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri
TANJUNGPINANG -Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HIMPAB (Himpunan Mahasiswa Pulau Bintan) mengakhiri kegiatan pengenalan pariwisata dan budaya kepada mahasiwa se-Indonesia dengan pengetukan palu oleh Arifin, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri di Hotel Bintan Beach Resort (BBR),Jumat malam (9/4).
Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Acara yang berlangsung selama lima hari tersebut melibatkan Disbudpar Tanjungpinang, Disbudpar Provinsi Kepri serta Pemerintah Kabupaten Anambas.
Rida, selaku ketua panitia pelaksana menyatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan aset wisata, seni dan budaya di Kepri serta menjalin silaturahim antar mahasiswa dari perguruan tinggi di luar provinsi kepri yang ada di Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa sesuai dengan target awal mahasiswa yang mengikuti kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di Kepri tersebut berjumlah 100 mahasiswa namun yang berkesempatan hadir 30 mahasiswa dari perguruan tinggi yang ada di luar wilayah Provinsi Kepri.
"Kita sudah mengundang 100 perwakilan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk hadir dan mengikuti kegiatan ini, tapi yang hadir kurang lebih 30 mahasiswa.
Mereka yang tidak hadir dikarenakan ujian di perguruan tinggi mereka serta kegiatan ekstrakulikuler di masing-masing kampus yang tidak bisa ditinggalkan", ujar cewek berjilabab ini.
Namun, nada yang berbeda dikeluarkan oleh Arifin, Sekda Provinsi Kepulauan Riau disela-sela kata sambutannya menyatakan bahwa sebagian peserta ada yang tersesat hingga ke Pangkal Pinang dan Riau.
"Kepri sudah terpisah dengan Riau, sehingga Kepri bukan berada di Riau dan ada peserta yang datang ke pangkal pinang", ujar sekda provinsi Kepri menjelaskan kepada peserta yang bernotabene berasal dari mahasiswa luar Kepri.
Kegiatan yang mengeluarkan waktu kegiatan selama lima hari ini diiisi dengan seminar kepariwisataan, cagar budaya yang ada di Provinsi Kepulauan Riau serta mengunjungi tempat-tempat pariwisata seperti Bintan Agro Resort, Pantai Tri Kora serta Jembatan Barelang di Pulau Batam.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menghasilkan rekomendasi-rekomendasi kepada Dinas Pariwisata dan Budaya Tanjungpinang serta Provinsi Kepri untuk melindungi cagar budaya yang ada di wilayah Provinsi Kepri.
Salah satu isi rekomendasi yang menarik diusulkan dari kagiatan tersebut agar pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mendirikan Sekolah Tinggi Pariwisata.
"Salah satu rekomendasi kami mengingingkan suatu daerah di Provinsi Kepri ini dibangun Sekolah Tinggi Pariwisata mengingat Kepri memiliki daerah pariwisata yang indah dan menarik sehingga diperlukan SDM yang berkualitas di bidang kepariwisataan", ujar Rida.

