Mahasiswa Tambelan Terancam Tidak Milih

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 22 April 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.010 kali ditampilkan

BINTAN -Mayoritas Mahasiswa - Mahasiswi yang belajar di Perguruan Tinggi di Provinsi Kepulauan Riau berasal dari daerah yang dulu di kenal dengan sebutan pulau tujuh terdiri dari Ranai, serasan, Midai, Letung,Tarempa, Sedanau dan di Akhiri dengan T
Mayoritas Mahasiswa - Mahasiswi yang belajar di Perguruan Tinggi di Provinsi Kepulauan Riau berasal dari daerah yang dulu di kenal dengan sebutan pulau tujuh terdiri dari Ranai, serasan, Midai, Letung,Tarempa, Sedanau dan di Akhiri dengan Tambelan. Pulau pulau ini adalah pulau - pulau yang dipisah oleh lautan yakni terletak di laut cina Selatan.

Jarak tempuh dan waktu tempuh untuk kepulau - pulau tersebut tidaklah sebentar. Menggunakan kapal Pelni saja memakan waktu 18 sampai 24 Jam lamanya.

Dilihat dari letak geografis dari pulau - pulaua tersebut kita sudah dapat membayangkan kondisi yang terjadi di saat pesta demokrasi untuk memilih wakil - wakil rakyat yang akan duduk baik ditingkat pusat maupun daerah. saya belum lihat dan mendengar hasil evaluasi dari Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Daerah, DPRD tingkat Provinsi/Kota dan Kabupaten yang menyatakan perkiraan saat Pemilu tersebut mahasiswa - mahasiswi yang tidak dapat memilih dikarenakan Kartu memilih berada di kampung asal mereka masing - masing.

Untuk Pemilu Kada memilih Gubernur, Wakil Gubernur serta Pemilu kada memilih Bupati dan Wakil Bupati Bintan diperkirakan 150 hak suara tidak dapat disalurkan dari mahasiswa dan Mahasiswi yang berasal dari Kecamatan Tambelan. Kita telah menyurati KPUD Bintan namun saat ini belum ada pertemuan yang dijadwalkan. kita akan terus mencoba berkomunikasi agar dapat untuk bertemu dengan KPUD Kabupaten Bintan tegas Erwandi Ketua Himpunan Mahasiswa TAmbelan ( HMT ).

Erwandi mengatakan hal ini kita lakukan bukanlah adanya kepentingan dari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan maju. ini kita lakukan dikarenakan rasa kepedulian kita terhadap bangsa ini, kepedulian untuk memilih pasangan calon mana yang kita anggap mampu untuk memimpin rakyat. sayang jika hak pilih kita tidak dapat disalurkan satu suara saja dapat menentukan.

Kita juga berharap dalam pesta demokrasi memilih wakil - wakil rakyat dapat berjalan sukses dan tidak terdapat kecurangan - kecurangan yang hal itu seharusnya tidak terjadi dan pemilu kada nantinya harus di ulang, anggaran tidak sedikit untuk bintan saja kita dengar sebesar 5 Miliar, sayang uang rakyat jika pemilukada diulang, uang terkuras habis hanya untuk pemilukada.