Pers, Motor Penggerak Pembangunan
Peran pers tidak saja memberikan informasi hasil pembangunan pemerintah akan tetapi juga membantu proses pembangunan daerah.
TANJUNGPINANG - Peran pers tidak saja memberikan informasi hasil pembangunan pemerintah akan tetapi juga membantu proses pembangunan daerah.
Demikian intisari dialog anggota dewan Tanjungpinang bersama insan pers yang ada di Kota Tanjungpinang di gedung DPRD Kota Tanjungpinang, Kamis (29/4).
Dialog yang dimoderatori penyiar RRI Tanjungpinang Agus Santika juga disiarkan secara langsung dari gedung DPRD kepada pendengar RRI. Soperano selaku Ketua DPRD Tanjungpinang memimpin dialog ditemani wakil ketua I R.Mansur Razak, Wakil Ketua II Husnizar Hood serta Ramon Damora Ketua PWI Provinsi Kepri dan Direktur Tanjungpinang Pos Chandara Ibrahim.
"Peran Pers sangat diperlukan bagi pembangunan Kota Tanjungpinang karena pers selain sebagi media yang memberikan informasi faktual kepada masyarakat juga memberikan pengawasan kinerja pemerintah maupun anggota dewan", ujarnya disela-sela dialog.
Hal senada juga disampaikan Mansur Razak didepan insan pers."Komunikasi harus terbina antara pers dengan anggota dewan sehingga kinerja anggota dewan terus diinformasikan ke publik",imbuhnya.
Meskipun dialog tersebut membahas berkaitan dengan peran pers dalam meningkatkan pembangunan daerah namun peserta yang bernotabene pers tersebut memberikan masukan kepada dewan tentang kegiatan pertambangan dan sedikitnya anggota dewan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
"Sebaiknya anggota dewan secepatnya membentuk tim pansus untuk menyelesaikan permasalahan pertambangan", ujar peserta.
Selain itu, pers yang lainnya menyinggung kehadiran dewan yang sedikit. "Jumlah pers yang hadir lebih besar dari yang ditentukan tapi kenapa anggota dewan yang hadir cuma segini", ujar peserta perempuan di depan anggota dewan.
Ruang rapat paripurna sebagai tempat pelaksanaan dialog mendadak dipenuhi dengan asap yang berasal dari asap rokok sebagian anggota dewan dan pers ditambah dengan matinya genset sehingga membuat ruangan paripurna meenjadi tidak nyaman. " wah,banyak asap rokok", ujar salah seorang pers.

