Mahasiswa HIMKA Pertanyakan Dana 2 Miliar.

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 11 Mei 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.072 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG -Jum'at(7/5) siang Himpunan Mahasiswa Kabupaten Anambas(HIMKA) melakukan aksi demonstrasi di depan kantor gubernur Kepulauan Riau untuk mempertanyakan dana 2 miliar yang belum diterima oleh pihak deraya salah satu perusahaan pesawat t
TANJUNGPINANG -Jum'at(7/5) siang Himpunan Mahasiswa Kabupaten Anambas(HIMKA) melakukan aksi demonstrasi di depan kantor gubernur Kepulauan Riau untuk mempertanyakan dana 2 miliar yang belum diterima oleh pihak deraya salah satu perusahaan pesawat terbang rute Tanjungpinang-Anambas dari pemerintah kabupaten anambas sehingga penerbangan pesawat Deraya terhenti. Puluhan mahasiswa menuntut kepada pemerintah Provinsi Kepri agar kejelasan dana 2 miliar tersebut segera diberitahukan.

Riowarnis sebagai Ketua HIMKA memberikan alasan aksi demo mereka di kantor Gubernur Provinsi Kepri. "Kami meminta kejelasan kepada pemerintah provinsi akan dana 2 miliar yang telah diberikan kepada perusahaan penerbangan deraya namun saat ini dana tersebut belum diterima pihak deraya", imbuhnya. "Pemerintah Kepri harus memeriksa PT Pembangunan Kepri sebagai pihak yang menerima dana 2 miliar dari Pemerintah Anambas yang diberikan ke deraya karena PT tersebut bagian dari BUMD", tambahnya.

Namun, Aksi Mahasiswa Anambas hanya disambut oleh Fauzi Helmi Kesbangpolinmas Provinsi Kepri yang belum bisa menjawab aspirasi mereka. "Kami belum bisa memutuskan permasalahan ini karena harus mengumpulkan data-data terkait penyelewangan dana ini", ujar Fauzi di depan puluhan mahasiswa.

Sebelumnya, berdasarkan kesepakatan antara pemerintah anambas dengan Deraya memutuskan bahwa pemerintah anambas memberikan bantuan 3 milyar untuk operasionalisasi penerbangan pesawat deraya. Dana 2 milyar telah diberikan oleh pemerintah anambas kepada pihak deraya melalui PT Pembangunan Kepri namun sampai saat ini deraya belum menerima dana tersebut yang mengakibatkan Deraya ditutup.

"Selanjutnya kami akan membentuk tim independen untuk menyelesaikan masalah ini," terangnya.