Mempertahankan Adipura, Membersihkan Kampung Bugis

Diterbitkan oleh Redaksi pada Jumat, 14 Mei 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.052 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG -Selasa sore (11/05) pukul 14.00 saya menyempatkan diri berkunjung ke kampung bugis, dari pelantar dua laut jaya dengan pompong 10 menit kita telah sampai ke pelantar kampung bugis.
TANJUNGPINANG -Selasa sore (11/05) pukul 14.00 saya menyempatkan diri berkunjung ke kampung bugis, dari pelantar dua laut jaya dengan pompong 10 menit kita telah sampai ke pelantar kampung bugis. Tempatnya cukup indah di karenakan dekat dengan pesisir pantai dan pulau penyengat yang tampak megah mesjid penyengat dari kejauhan.

Ada hal yang sangat ironis. Kampung Bugis merupakan salah satu daerah dekat dengan pusat perkotaan senggarang dimana terlihat Indah bangunan berwarna Biru yakni gedung DPRD Kota Tanjungpinang dan Gedung putih beratap merah yakni Kantor Walikota Tanjungpinang, Kota di Kepri yang mendapatkan Adipura karena lingkungannya bersih, tetapi coba kita lihat lebih cermat kampung bugis yang dekat dengan Kantor Walikota saja tidak bersih penuh dengan sampah apalagi daerah yang jauh dari kantor walikota.

Ini hal yang Ironis. tetapi di karenakan kita telah mendapatkan adipura yang kita masyarakat awam tidak tahu secara persis seperti apa bentuknya sehingga kita mendapatkan Adipura. kita patut berbangga, namun kita juga harus mempertahankan adipura sehingga benar - benar layak adipura di raih Kota Tanjungpinang untuk kesekiankalinya.

Itu PR buat Ibu Walikota, DPRD KOta Tanjungpinang, Dinas Kebersihan, Dinas Kesehatan dan Dinas Kelautan dan Perikanan. saya pikir pihak - pihak terkait terus dapat memikirkan dan merealisasikan Tanjungpinang Bersih dan Sehat.

Kepada Mahasiswa di Kepri agar memberikan Ide, Kritik yang baik dan benar buat wakil rakyat yang kita amanahkan duduk mewakili mengurus rakyat demi kesejahteraan rakyat.teruslah menjalankan mesin penggerak perubahan menuju Tanjungpinang bersih dan Sehat. kita mengenang Reformasi yang terjadi tahun 1998 di jakarta. empat teman kita gugur sebagai bunga bangsa, pejuang rakyat. jangan sia - siakan perjuangan mereka, mereka berjuang demi perubahan Indonesia yang lebih baik.