Kanpel Awasi Tumpahan Minyak Kapal

Diterbitkan oleh Redaksi pada Ahad, 30 Mei 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.042 kali ditampilkan

BATAM - Kepala Kantor Pelabuhan Batam, Capten Ali Ibrahim mengatakan pihaknya berupaya agar tumpahan minyak kapal tanker yang bertabrakan dengan kapal kargo di Selat Singapura tidak mencemari perairan Kepulauan Riau, khususnya perairan Batam.
BATAM - Kepala Kantor Pelabuhan Batam, Capten Ali Ibrahim mengatakan pihaknya berupaya agar tumpahan minyak kapal tanker yang bertabrakan dengan kapal kargo di Selat Singapura tidak mencemari perairan Kepulauan Riau, khususnya perairan Batam.

Ia menyebutkan, kapal tanker MT.Bunga Kelana 3 bertabrakan dengan kapal kargo MV.Wally bertabrakan ketika sedang berpapasan di perairan Selat Singapura delapan mil laut sebelah Tenggara Changi East. Kapal kargo mengalami robek lambung sepanjang lebih dari satu meter, dan kapal tanker bocor dan mengeluarkan minyak mentah.

Minyak itu dikhawatirkan hanyut ke perairan Batam, mengingat arus sangat deras. Namun pihak Singapura, kata Ali, pihak Otoritas Kelautan dan Pelabuhan Singapura telah mengirim kapal penghisap minyak agar tumpahan minyak tidak menyebar. " Namun kita harus awasi, " kata Ali Ibrahim kepada wartawan di Batuampar, Minggu (30/5) pagi tadi.

Diperkirakan sekitar 2.000 metrik ton minyak mentah tumpah ke laut. " Kami jaga siang malam," lanjut Ali Ibrahim lagi.

Meski penanggulangan limpahan minyak mentah tanggungjawab pihak Singapura, namun tidak tertutup kemungkinan minyak mengalir ke Batam dan merusak lingkungan terutama merusak alat tangkap ikan para nelayan dan hutan mangrove seperti peristiwa pencemaran minyak beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, Ali mengungkapkan kekhawatirannya jika proses pemindahan tidak di awasi tetesan dan rembesan minyak hitam itu dapat jatuh ke laut dan mengikuti arah mata angin. "Kalau ke arah laut kita kan bahaya," katanya .

Untuk mengawasi pemindahan minyak dari tanker yang mengalami kecelakaan itu, pihak pelabuhan Batam telah mengirim tim khusus menggunakan kapal patroli KM.330. " Hingga kini belum ada minyak masuk ke perairan Batam," jawab Ali lagi. Kapal terssebut bertabrakan hari Selasa ( 25/10/2010 ) sekitar pukul 16.30 WIB. Sejauh ini diketahui tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.