Judi Berkedok Ketangkasan Marak di Batam

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 31 Mei 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 2.104 kali ditampilkan

BATAM - Setelah vakum beberapa tahun, kini perjudian di Batam marak. Judi ini berkedok permainan ketangkasan. Ada beberapa titik tempat menjadi permainan judi tersebut, terutama di simpul-simpul keramaian seperti di Nagoya dan mall-mall.
BATAM - Setelah vakum beberapa tahun, kini perjudian di Batam marak. Judi ini berkedok permainan ketangkasan. Ada beberapa titik tempat menjadi permainan judi tersebut, terutama di simpul-simpul keramaian seperti di Nagoya dan mall-mall.

Pengamatan TerkiniNews terdapat 14 (empatbelas) lokasi permainan judi berkedok ketangakasan dan tersebar di pusat perbelanjaan Nagoya dan Batu Aji, Penguin, dan Pasar Jodoh. Di mall Nagoya Hill, Batam City Suqare ( BCS ), dan Hotel Formasa. Para pecandu judi kebanyakan masyarakat Batam karena pemain asal Singapura dan Malaysia belum mengetahui adanya permainan judi di Batam.

Sepengetahuan mereka permainan judi di Batam dilarang di masa pucuk pimpinan Polisi dipegang oleh Jenderal Polisi, Sutanto. Namun kini permainan judi mulai merangsek Batam dibalut oleh permainan ketangkasan. Seorang pemain ketangkasan kepada bercerita, dirinya sering mengalami kekalahan, tapi sering juga menang." Ini merupakan hobby," kata yang mengaku bernama Danu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Guntur Sakti membenarkan pihaknya mengeluarkan izin, tapi izin untuk hiburan bukan untuk perjudian." Izinnya hanya permainan, bukan perjudian," kata Guntur Sakti menjawab TerkiniNews, Senin ( 31/5/2010 ).Pihaknya akan mengevaluasi soal kegiatan tempat hiburan itu, sebab perjudian di Batam tidak dibolehkan. Kebijakan untuk membuka judi belum ada.

Walikota Batam, Ahmad Dahlan kepada TerkiniNews mengaku tidak mengetahui adanya aktifitas judi yang berkedok ketangkasan tersebut. NAmun begitu, Dahlan mengatakan akan memanggil Kadis Pariwisata untuk dimintai pennjelasannya terhadap temuan kegiatan judi di Batam.

"Judi itu jelas tidak boleh, jadi kita tidak mengeluarkan izin untuk judi," kata Wako.