PT.Sarinah Jalin Kerjasama dengan 200 UMKM Batam

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 31 Mei 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.212 kali ditampilkan

BATAM - Direktur Utama PT.Sarinah ( Persero ), Jimmy Gani mengatakan, pihaknya menjalin kerjasama dengan dua ratus usaha kecil dan menengah di Batam.
BATAM - Direktur Utama PT.Sarinah ( Persero ), Jimmy Gani mengatakan, pihaknya menjalin kerjasama dengan dua ratus usaha kecil dan menengah di Batam. Bentuk jalinan kerjasama itu adalah memberikan pengetahuan soal pemasaran bagaimana memasarkan produk karya seperti handycraft, batik dan lain-lain yang memiliki ciri khas produk Indonesia.

Untuk melancarkan usaha tersebut, pihak PT.Sarinah ( Persero ) membuka outlet hasil produk dalam negeri seperti batik, kerajinan tangan dan ukir-ukiran. Tujuannya agar UMKM yang ada di Kepulauan Riau umumnya dan Batam khususnya tidak stagnan atau kehilangan induk sebagai pembimbing mereka. " Bila dibutuhkan, pihak PT.Sarinah akan memberikan modal dengan bunga rendah," kata Jimmy

Pihaknya telah mengucurkan dana senilai Rp. 20 miliar untuk membuka outlet baru seperti di Batam, Kalimantan dan Bali. Sedangkan investasi di Batam mencapai Rp. 2 miliar untuk membuka outlet di atas lahan seluas 2.050 meter persegi. Jimmy mengungkapkan hingga akhir tahun 2010 akan dibuka sembilan hingga sepuluh outlet di seluruh Indonesia.

PT.Sarinah ( Persero ) yang telah mendapat anugerah dari pemerintah sebagai Indonesia Imperium akan menjaring pembeli dari SIngapura dan Malaysia serta negara lain. Dipilihnya Batam sebagai outlet pertama karena, selain dekat dengan Singapura dan Malaysia, juga merupakan pintu masuk wisatawan asing yang umumnya akan mencari buah tangan dari Indonesia berupa Batik dan handycraft itu.

Diakui negara Ghana dan Afrika Selatan merupakan pesaing produk cacao di dunia, namun bukan berarti hasil cacao dari Indonesia tidak laku, hanya saja belum secara optimal dikembangkan. " Itulah PT.Sarinah membantu petani," katanya.

Walikota Batam, Ahmad Dahlan yang diwakili Assisten Bidang Ekonomi Pembangunan, Syamsul Bahrum mengatakan, seharusnya PT.Sarinah sudah berada di Batam sejak awal, karena wisatawan asing mencari produk hasil pekerjaan tangan seperti ukir-ukir, batik dan yang lainnya masih menyebar. Jadi dengan hadirnya outlet milik PT.Sarinah ini bisa mendorong minat turis untuk berbelanja di satu tempat. " Ini pasti berkembang," katanya. Apalagi dikaitkan dengan Visit Batam 2010 yang akan banyak event digelar untuk menarik wisatawan berkunjung ke Batam.