Mahasiswa Minta Pihak Berwajib Usus Kasus Mafia Bauksit di Tindak

Diterbitkan oleh Shofi pada Jumat, 4 Juni 2010 00:00 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 1.023 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG -Maraknya penggalian bauksit di kota Tanjungpinang telah merusak lingkungan alam yang indah di kota Gurindam bumi pantun ini. Perlu ada penyikapan serius terkait masalah ini karena cukup banyak mafia bauksit yang bermain di Tanjungpin
TANJUNGPINANG -Maraknya penggalian bauksit di kota Tanjungpinang telah merusak lingkungan alam yang indah di kota Gurindam bumi pantun ini. Perlu ada penyikapan serius terkait masalah ini karena cukup banyak mafia bauksit yang bermain di Tanjungpinang.

Demikian tegas Ramli Muasmara, Ketua BEM STAI Miftahul Ulum (MU) Tanjungpinang kepada wartawan. Menurutnya, cukup banyak pertambangan bauksit yang ada di Tanjungpinang dan izinnya juga patut dicurigakan. "Kita tidak ingin Tanjungpinang rusak lingkungannya karena pertambangan bauksit karena efeknya juga tidak begitu terasa bagi masyarakat Tanjungpinang," kata Budi Gunawan.

Terpisah, Ketua KAMMI Komisarat Tanjungpinang, Budi Gunawan juga menyoroti masalah pertambangan di Kabupaten Bintan. Dia menyebutkan tidak hanya di Tanjungpinang, di Kabupaten Bintan juga hal yang serupa bisa saja terjadi.

"Kita tidak menginginkan ke depan lingkungan di Bintan dan Tanjungpinang rusak hanya gara-gara keuntungan sesaat seperti pertambangan bauksit. Di Bintan banyak perusahaan bauksit padahal untuk mendapatkan Amdal kan sulit, ini menguatkan kuatnya permainan mafia bauksit," tambah Budi Gunawan.

Mahasiswa meminta agar ada pihak yang berwenang untuk mengusut masalah ini seperti kepolisian dan lainnya.