Aktivitas Kapal Hisap Resahkan Nelayan Karimun

Diterbitkan oleh pada Rabu, 9 Juni 2010 00:00 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 1.185 kali ditampilkan

KARIMUN - Aktivitas sejumlah kapal hisap timah di perairan Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur kembali meresahkan masyarakat nelayan setempat. Hasil tangkapan ikan dan udang mereka menurun drastis karena tempat perkembang biakan ikan seperti batu karang
KARIMUN - Aktivitas sejumlah kapal hisap timah di perairan Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur kembali meresahkan masyarakat nelayan setempat. Hasil tangkapan ikan dan udang mereka menurun drastis karena tempat perkembang biakan ikan seperti batu karang nyaris punah.

"Banyak jenis ikan pantai yang sudah menghilang dari perairan Desa Gemuruh ini. Beberapa lokasi yang dulunya berbatu karang, kini sudah punah. Makanya ikan-ikan itu tidak mau lagi tinggal di peraian ini," ujar salah seorang warga Mansoor.

Dia menduga ulah aktivitas kapal keruk bijih timah itu telah membuat terumbu karang yang dulunya banyak di sekitar Selat Beliah, sekarang sudah hancur dan mengakibatkan air laut semakin tercemar.

Diketahui terdapat sekitar 25 nelayan jaring udang di Teluk Kecik yang kondisi perekonomiannya semakin memprihatinkan. Dengan hasil tangkapan rata-rata perhari sekitar 7 ons sampai 1 kg udang, jika ditukar dengan rupiah, penghasilan mereka setiap hari hanya berkisar antara Rp20.000 sampai Rp30.000 per hari.

"Dengan penghasilan rata-rata setiap harinya sejumlah itu, bagaimana kami bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya memelas.

Dia berharap kepada pemerintah daerah agar mau memperhatikan nasib masyarkat nelayan Teluk Kecik. "Kami tidak melarang adanya penambangan timah di laut kami ini, tapi tolongkah berikan pula hak hidup nelayan di sini. Laut merupakan tempat mencari kehidupan kami sejak nenek moyang dulu. Namun saat ini keadaannya sudah rusak, dan kami tidak bisa lagi mencari makan di sana," ujarnya yang diamini tokoh nelayan Mansoor