Untukmu Palestina dan Biadabnya Israel

Diterbitkan oleh Redaksi pada Sabtu, 12 Juni 2010 00:00 WIB dengan kategori Opini dan sudah 1.228 kali ditampilkan


Ada yang menarik untuk kita perhatikan beberapa hari ini media-media di Indonesia baik berupa cetak maupun elektronik langsung beralih perhatianya dan mendukung perjuangan rakyat Palestina setelah mendengar berita yang mengejutkan atas insiden berdarah di atas Kapal Mavi Marmara. mendengar kejadian tersebut dunia Islam maupun non Islam langsung mengutuk keras kejadian berdarah di Kapal tersebut yang membawa ribuang ton bantuan bagi rakyat Palestina yang sedang dijajah oleh Israil saat ini.

Masyarakat dunia terkejut bukan karena tentara Israli melawan teroris sesunguhnya akan tetapi menyerang para relawan dunia untuk rakyat Palestina di Gaza yang membawa peralatan medis maupun non medis bagi rakyat Gaza. Serangan tentara Israil atas kapal mavi ini membuka lagi mata dunia akan kejahatan yang telah banyak dilakukan oleh Israil yang saat ini belum juga mendapatkan sanksi hukum atas Negara tersebut.

Dunia hanya bisa mengutuk dan mengecam atas tindakan kejam tentara Israil ini. PBB sebagai badan yang bertanggung jawab dan pembuat keputasan hukum Internasional pelangaran Hak-hak azazi Manusia hanya mengutuk dan tidak bisa berbuat banyak selagi Amerika dan sekutunya masih belum berani memberikan suara untuk memberikan hukuman bagi Negara Israil dan memerdekan Palestina maka kita pun akan melihat sekali lagi penderitaan yang akan di alami oleh rakyat Palestina.

Apa yang baru kita lihat beberapa hari di Media yang menayangkan serangan tentara Israil atas relawan kemanusian untuk Gaza merupakan sebagian kecil serangan kejahatan yang dilakukan atas tentara Israil. Kejahatan yang lebih dari brutal tidak berprikemanusia yang dilakukan Israil terhadapa relawan dunia itu tidak seburuk apa yang telah di alamai oleh rakyat Palestina. tentara israil saja berani menantang dan menembak mati relawan Kemanusian yang dilindungi oleh negara-negara dunia apatah lagi dengan misi Israil atas tanah Palestina agar menjadi Negara mereka dan tidak diterima oleh rakyat gaza mungkin lebih kejam yang akan di alami oleh rakyat gaza.

Mata dunia saat ini sedang beralih arah memandang sebuah negara yang bernama Israil yang berpendudukan mayoritas agama yahudi setelah pemerintah Israil melakukan serangan atas 750 aktifis kemanusian dalam misi membantu rakyat Palestina di jalur gaza yang menelan korban 19 orang.

Misi kemanusian dengan niat tulus dan ikhlas ini yang dilakukan relawan dunia termasuk relawan Indonesia harus memakan korban yang tidak bersalah, tentunya melihat kejadian tersebut tidak salah lagi jika kita sebut Israil adalah bangsa biadab, tidak ada cinta dan prikemanusian.

Misi kemanusia yang dilakukan oleh para gabungan para aktifis dunia ini gagal total menuju ke Gaza yang seharusnya mendapatkan dukungan dan kesempatan dari dunia ini kandas di serang oleh tentara Israil yang biadat tidak dapat dirunding.

Bagi Israil bantuan yang diberikan aktifis kemanusia ini sama saja menyia-nyikan misi mereka untuk menjajah Palestina dan membantai mati penduduk Gaza. Maka misi kemanusian dan bantua dari manapun harsu dihalangi jangan sampai masuk ke Gaza itulah tujuan Israil agar Palestina tidak dibantu oleh Nagara manapun.

Kekejaman Israil atas rakyat Palestina tidak membuat rakyat Palestina putus asa dan menyerah diri. Bagi Pejuang Palestina negara meraka harus di pertahankan sampai nyawa dan jiwa pejuang ini hilang. perjuangan tidak akan berakhir selagi Israil tidak menyerahkan dirinya. senjata perlawanan rakyat Palestina yang hanya mengunakan senjata batu dan senjata Karet tidak membuat mereka gentar melawan senjata Tentara Israil yang serba cangih dan mahal.

Nah timbul pertanyaan besar kita semua, Kenapa Israil menyerang Palestina dan untuk apa mereka melakukan pembantai atas rakyat Gaza? Padahal jika kita melihat dari segi keuntungan materi tidaklah banyak Sumber Daya Alam yang bisa diandalkan bagi keuntungan Israil yang ada di Negeri itu. akan tetapi bagi Israil Palestina harus direbut dan dikuasai dengan mengibarkan bendera zionis di Negara Palestina.

Adakah rasa bersalah?

Setelah insiden berdarah di kapal Mavi Marmara tentara Israli sekali lagi menembak mati 2 rakyat Palestina entah sudah berapa ribu rakyat Palestina saat ini tewas di hajar oleh tentara biadab dengan peluru-peluru tajam, tank-tank dengan senjata bisa melumatkan rumah, gas-gas beracun, dan juga Bom berkekuatan besar dengan perlawan rakyat Palestina sebanding dengan hanya mengandalkan sebuah batu dan semangat untuk mempertahankan Negara mereka.

Tidak hanya itu tentara Israil pun siap mengantarkan peluru-pelurunya ke tubuh-tubuh para relawan kemanusian yang datang ke Palestina. Sebelum kejadian pembantai dan penyergapan kapal relawan kemanusian di Kapal Mavi Marmara, tentara Israil pernah membunuh relawan asal Amerika Serikat yang namanya saat ini kita kenal yaitu Rachel Corrie. Aktifis Kemanusia ini adalah seorang martir Palestina yang menjadi korban buldoser Israil pada 16 Maret 2003.

Penyergapan dan penembakan tentara Israil di Kapal Mavi menewaskan 19 orang aktifis Kemanusiaan dunia, sekali lagi israil mengklaim bahwa serangan itu adalah sebagian upaya pertahanan atau pembelaan diri, lantaran aktifis Kemanusian itu menyerang terlebih dahulu dan melewati batas perairan mereka tanpa izin.

Dengan alasan itu para aktifis kemanusian harus tewas dengan peluru-peluru tajam padahal para aktifis kemanusian untuk Gaza tidak mengunakan senjata seperti tentara Israil dan kita pun tidak mendengar ada luka dan matinya tentara Israil.

Oleh karena itu, jelas dan sudah sangat jelas secara terang-terangan kejahatan yang dilakukan oleh tentara Israil. Nah, timbul lagi pertanyaan adakah rasa bersalah bagi Israil? Terlepas dari beragam alasan Israil tetaplah mengakui dirinya paling benar dan membenarkan dirinya walaupun bersalah. Sikap Israil yang tidak mengakui bersalah inilah yang membuat dunia mengutuk Negeri itu sampai saat ini, entah sampai kapan kita akan mengutuk Israil dan Israil pun akan membantai rakya Palestina.

Jika dihitung kesalahan Israil mungkin tidak terhitung lagi tetapi kesalah ini belum mendapat hukuman yang setimpal atas kejahatan dan pembunuhan yang dilakukan oleh Pemeritahan Israil atas rakyat Palestina, dan kita pun tidak akan pernah tahu sampai kapan pembunuhan oleh tentara israil atas rakyat Palestina kemungkinan besar Israil akan membantai habis rakyat Gaza.

Ahmad Yani, mahasiswa UIN Suska Riau dan Peminat Masalah Palestina dan tergabung dalam forum Indonesia Muda.