Komisi III Pantau Pengerjaan Proyek Fisik

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 29 Juni 2010 00:00 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 1.048 kali ditampilkan

BATAM - Dalam rangka melakukan pengawasan ketat terhadap implementasi pengerjaan proyek fisik yang dianggarkan dalam APBD 2010, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam melakukan inspeksi ke beberapa lokasi proyek.
BATAM - Dalam rangka melakukan pengawasan ketat terhadap implementasi pengerjaan proyek fisik yang dianggarkan dalam APBD 2010, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam melakukan inspeksi ke beberapa lokasi proyek. Irwansyah, mengatakan pihaknya akan terus mengawal pengerjaan beberapa proyek fisik itu baik dalam tahap awal pengerjaannya hingga akhir.

"Proyek fisik ini rentan permainan jika tidak di awasi, kita akan intens mengawasi nya," kata Irwansyah

Tiga titik lokasi pengerjaan proyek pembangunan dibeberapa tempat menjadi target inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Komisi III ini, Senin (28/6). Bahkan tim inspeksi yang terdiri dari Irwansyah, Muhammad Musofa dan Beleifman Sijabat tersebut menyoroti pembangunan proyek pembangunan drainase di RW XV, Kecamatan Buliang, Batu Aji.

Beberapa hal teknis menjadi sorotan tim inspeksi. Temuan dilapangan yang perlu dikoreksi menurut mereka adalah pembangunan papan plang informasi proyek senilai 799 Juta tersebut. Di lokasi ini papan informasi detail proyek berada kurang bisa dilihat masyarakat, "Papan plang proyek ini seharusnya bisa dilihat masyarakat, agar mereka tahu siapa kontraktornya dan berapa lama pengerjaannya," jelas Irwan.

Selain itu proses pengerjaannya, Jelas Irwan diusahakan jangan sampai mengganggu pengendara yang akan melintasi lokasi proyek tersebut. Sedangkan lokasi lain yang menjadi target inspeksi adalah pembangunan darinase di kelurahan Baloi Permai, Legenda, Batam Centre serta pembangunan peningkatan jalan sepanjang 650 meter di Kampung tua Belian, namun tim inspeksi tampaknya cukup puas didua lokasi ini

Beberapa keluhan masyarakat ditiga tempat itu juga menjadi masukan bagi komisi III. Kehadiran tim inspeksi Komisi III juga dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan masukan untuk lokasi mereka. Di kampung tua Belian misalnya, keluhan masalah terkait ketersedian air bersih menjadi input penting yang bakal ditindaklanjuti Komisi III. Irwansyah sendiri mengatakan bahwa inspeksi kemarin merupakan inspeksi awal untuk memantau kinerja kontraktor maupun konsultan pengawas. "Kita berharap kendala-kendala bisa menjadi input kita. Saya melihat selama ini seringkali beberapa kewajiban dalam proyek sering tidak terlaksana. Ini yang harus dipantau pelaksanaannya apakah masih berjalan sesuai koridor," tukasnya "Dana APBD kita punya keterbatasan, bahkan dari pengakuan masyarakat di Batu Aji tadi mereka telah menunggu 7 tahun terhadap realisasi proyek tersebut. Jika proyek ini tidak berjalan maka masyarakat juga yang akan dirugikan, ini yang harus diantisipasi," tandasnya.

Irwan juga menambahkan bahwa Komisi III menginginkan Dinas PU segera melelang proyek fisik lain secepatnya, hal ini agar masyarakat bisa segera menikmati pembangunan yang telah dianggarkan pemerintah.