PLN Bahas Aliran Listrik Batam-Bintan
BATAM - Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan mengatakan, upaya untuk mengatasi krisis listrik di Bintan dan Tanjung Pinang pun direncanakan sebelumnya akan menggunakan bantuan aliran listrik dari Batam
BATAM - Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan mengatakan, upaya untuk mengatasi krisis listrik di Bintan dan Tanjung Pinang pun direncanakan sebelumnya akan menggunakan bantuan aliran listrik dari Batam
"Kita sedang bicarakan tentang pengaliran listrik dari Batam ke Tanjung Pinang, apakah melalui dasar laut atau atas laut," ungkapnya saat Dialog Kelistrikan Nasional, di Hotel Nagoya Plasa, Sabtu (3/7)
Dahlan mengungkapkan bahwa suplai listrik di Batam saat ini sanggup memenuhi kebutuhan untuk berbagai jenis industri apa saja yang akan berinvestasi. Dia juga menyimpulkan bahwa Batam menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang mengalami surplus energi listrik saat ini.
Meski demikian Dahlan mengingatkan bahwa diperlukannya komunikasi intensif antar kepala daerah untuk merealisasikan proyek tersebut. Dalam pertimbangannya, banyak hal yang menjadi pertimbangan. Diantaranya adalah mengenai tingginya biaya pemasangan instalasi dibawah laut serta resiko kendala terganggunya pelayaran kapal jika dibangunnya tower untuk aliran antar pulau tersebut.
Akan tetapi, Dahlan menjelaskan bahwa saat ini PLN tengah memulai proyek percontohan atau pilot project Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lima lokasi di Indonesia. Di antaranya di Bunaken, (Sulawesi Utara) Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Raja Ampat (Papua) dan Derawan (Kalimantan Timur)
Jika berhasil dengan proyek percontohan ini, kemungkinan besar program pembangunan PLTS dari panel surya (sollar cell), juga akan diterapkan disetiap daerah kepulauan di Indonesia. Hal inipun sepertinya juga diproyeksikan untuk provinsi Kepri. "Karena ini merupakan program percontohan, kita menargetkan pembangunannya selesai akhir tahun ini agar bisa dievaluasi," jelasnya
Kendala dari pemanfaatan energi surya ini adalah mahalnya biaya produksi dan teknologi penyimpanan energi surya tersebut. Namun menurut Dahlan, PLN akan mengoptimalkan subsidi pemerintah untuk listrik senilai 55 triliyun per tahun.

