Nuraida Mokhsen Prihatin dengan Umrah

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 13 Juli 2010 00:00 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 1.054 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG -Terungkapnya kasus jual beli ijazah di Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) menjadi perbincangan hangat di kalangan akademisi dan masyarakat kota Tanjungpinang.
TANJUNGPINANG -Terungkapnya kasus jual beli ijazah di Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) menjadi perbincangan hangat di kalangan akademisi dan masyarakat kota Tanjungpinang.

Menanggapi hal ini salah seorang pendiri Umrah, Nuraida Mokhsen mengungkapkan prihatin dengan peristiwa ini. Namun, dirinya meminta masyarakat tidak menggeneralkan persoalan ini. Dalam komentar di facebook salah seorang dosen dia juga meminta masyarakat tak menggenarlakan masalah ini sebab tidak semuanya akademisi di Umrah yang berbuat demikian.

"Dalam kapasitas saya sebagai pendiri, saya sudah minta Ketua Yayasan memeroses kasus ini dan mengambil tindakan yang diperlukan agar tidak ada lagi kasus serupa terjadi," tulis Nuraida Mokhsen di salah satu komentar status FB salah seorang dosen.

Tidak hanya itu sebagai asisten di lingkungan Pemprop Kepulauan Riau dia juga telah melaporkan masalah ini ke BKD. "Sebagai Asisten, saya sudah pula melaporkan .Lihat Selengkapnya Prwt ke BKD dan Sekda serta Karo Umum agar yang bersangkutan diperiksa dan diberi sanksi karena sudah merusak Citra Pemprov. Saya juga sudah menghubungi Kepala Kantor Regional BKN di Pekanbaru agar tidak memeroses penbyesuaian ijazah yang bersangkuan," tambahnya.

Ijazah itu dipergunakan untuk kenaikan pangkat salah soorang oknum PNS di lingkungan Pemprop Kepulauan Riau.