Pemko Akan Format Ulang Gelanggang Permainan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 13 Juli 2010 00:00 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 957 kali ditampilkan

BATAM - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam, Guntur Sakti menegaskan pihaknya beserta unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Batam akan segera melakukan evaluasi terhadap operasional gelanggang permainan (Gelper)
BATAM - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam, Guntur Sakti menegaskan pihaknya beserta unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Batam akan segera melakukan evaluasi terhadap operasional gelanggang permainan (Gelper) yang dinilai sudah diluar konteks.

Alasan format ulang tersebut, kata Guntur tak lain disebabkan banyaknya laporan masyaraklat terhadap aktifitasnya yang sudah mulai mengarah pada praktek perjudian. Namun demikian, pihaknya hingga kini belum mendapatkan bukti otentik untuk melakukan penindakan bagi gelper yang dianggap menyalahi ketentuan perizinan.

"Pokoknya kita akan lakukan evaluasi dan akan menata ulang operasional Gelper, jika terbukti melakukan kesalahan itu merupakan domain dari pihak kepolisian untuk melakukan penindakan," Tegas Guntur menjawab Terkini News di Batamcenter, Selasa (13/7).

Guntur menjelaskan terdapat 30 lokasi Gelper baik yang beroperasi secara full untuk dewasa maupun yang dikombinasi dengan permainan ketangkasan anak-anak. Pihaknya kata Guntur telah melaksanakan ketentuan sesuai peraturan daerah (Perda) untuk memberi semangat pada sektor pariwisata dan pemberian izin untuk operasional gelper ini pun dirasa tidak menyalahi aturan yang berlaku.

"KIta kan berharap ada dorongan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), makanya komposisi gelper pun kita atur. Persoalan ada yang menyalah-gunakan izin itu untuk kepentingan judi ya itu diluar domain kita," kata Guntur.

Kepala Dinas yang digadang-gadang akan turut dalam mutasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menuju pemerintah provinsi (Pemprov) ini pun mengungkapkan kehadiran kawasan wisata terpadu Sentosa dan Marina Bay Sand di Negara Tetangga Singapura termasuk pukulan berat bagi Batam.

"Tingkat kunjungan ke Batam pun menurun akibat kawasan perjudian itu," keluhnya.

Kapoltabes Barelang, Kombes Eka Yudha Satriawan menyikapi dingin pertanyaan Terkini News soal adanya indikasi operasional perjudian pada gelper. Menurutnya, para pengusaha sudah melakukan aktifitasnya sesuai koridor.

"Saya rasa tidak ada ya indikasi itu," katanya singkat.