Kadin Buka Kantor Perwakilan di Tanjungpinang
TANJUNGPINANG -Kamar Dagang dan Industri ( KADIN ) Provinsi Kepulauan Riau membuka perwakilan di Tanjungpinang. Pembukaan kantor ini dianggap perlu karena akan membantu para anggota KADIN bila akan berurusan dengan KADIN Provinsi Kepri.
TANJUNGPINANG -Kamar Dagang dan Industri ( KADIN ) Provinsi Kepulauan Riau membuka perwakilan di Tanjungpinang. Pembukaan kantor ini dianggap perlu karena akan membantu para anggota KADIN bila akan berurusan dengan KADIN Provinsi Kepri.
" Jadi enggak perlu ke Batam, cukup di sini menyelesaikan dokumen yang diperlukan," kata Ketua Umum Kadin Kepulauan Riau Johanes Kennedy di Tanjungpinang, ( Rabu,14/7/2010 ). Selama ini anggota Kadin Kepri yang memerlukan Kadin harus ke Batam ini membutuhkan biaya dan waktu. Padahal waktu itu sangat penting. Oleh sebab itu dibuka kantor perwakilan, karena banyak anggota Kadin Kepri yang berdomisili di Tanjungpinang.
Wakil Ketua Bidang Organisasi Kadin Kepri, Alfan Suhaeri mengatakan, bagi anggota yang memerlukan sertifikadi, kartu anggota dan lain-lain bisa langsung ke kantor perwakilan Kadin Kepri di Jl. Ir.Juanda,No.48-49 Tanjung Pinang. Diharapkan dengan dibukanya kantor perwakilan ini kinerja Kadin semakin baik.
Tampak Hadir dalam acara syukuran pembukaan Kantor baru tersebut yakni Bobby Jayanto, Ketua Kadin Kota Tanjung Pinang, dan sejumlah pengusaha anggota Kadin Kota Tanjungpinang. Jhon Kennedy berharap peran Kadin akan lebih aktif ke depan menghadapi Free Trade Zone, meski masih ada beberapa kendala dalam penerapan FTZ tersebut. Jhon Kennedy menilai pemerintah pusat masih setengah hati memberikan wewenang kepada pihak Dewan Kawasan dalam hal FTZ tersebut. Akibatnya banyak kesempatan menarik investor terhambat.
Pihaknya berupaya agar komitmen pemerintah Pusat soal FTZ, karena hingga kini masih terkesan jalan di tempat, akibat adanya sekat-sekat kebijakan yang berujung pada terhambatnya aktivitas usaha di kawasan itu.
Jhon mencontohkan soal lahan di Rempang dan Galang yang hingga kini masih status quo, padaha lahan di sana sangat potensial untuk pengembangan industri pariwisata, perikanan dan shipyard. " Kan pendapatan jadi hilang," ujar Jhon.

