Ruslan Nilai Wako Batam Lamban Tangani Pasar Induk.

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 14 Juli 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.074 kali ditampilkan

BATAM - Akhirnya desakan masyarakat akan perlunya dibentuk kembali Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki permasalahan optimalisasi pengelolaan pasar induk, Jodoh ditanggapi positif oleh legislatif. Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Ruslan Kasbulat
BATAM - Akhirnya desakan masyarakat akan perlunya dibentuk kembali Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki permasalahan optimalisasi pengelolaan pasar induk, Jodoh ditanggapi positif oleh legislatif. Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Ruslan Kasbulatov menilai Walikota Batam, Drs. Ahmad Dahlan sangat lamban menyikapi permasalahan pasar induk, bahkan terkesan tidak perduli.

Padahal menurutnya, optimalisasi pengelolaan pasar induk seyogyanya sudah dapat dilakukan pasca laporan akhir masa kerja tugas pansus pengelolaan pasar induk, namun kenyataannya walikota justru tidak bergeming meski masyarakat pedagang pasar induk dipastikan terombang-ambing.

"Kemana wallikota kita ini, kok malah tidur begitu masalah ini ribut," kata Ruslan kesal.

DPRD, kata Ruslan sudah menyurati Walikota Batam untuk dimintai klarifikasinya atas permasalahan ini dan dijadwalkan Kamis (15/7) besok, Ahmad Dahlan akan hadir pada sesi rapat pimpinan DPRD terkait permasalahan pengelolaan pasar induk yang dinilai tidak beres tersebut.

Tidak itu saja, Ruslan juga meminta agar dilakukannya audit investigasi oleh lembaga independen untuk mengetahui aliran dana retribusi yang dikelluhkan masyarakat pedagang meski tidak menempati areal dagang di pasar induk, Jodoh. Mestinya, Pemko terang Ruslan harus objektif mengatasi permasalahan ini dan segera melakukan penindakan terhadap pihak perusahaan swasta yang mendapat tender pengelolaan pasar induk yakni PT. Golden Tirta Asia (GTA), yang malah justru melakukan wan prestasi atas proyek itu.

"Kan jelas uang garansi fiktif, tapi masih juga didiamkan. Apa seperti ini sikap peimpin kita ini," Tukas Ruslan setengah bertanya.

Diketahui, gedung pasar induk yang terletak di bilang Jodoh Pada 18 Mei 2006,disepakati dikelola PT Golden Tirta Asia (GTA) dimandatkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.i. Kesepakatan ini dituangkan dalam bentuk kerja sama operasi (KSO) yang ditandatangani Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan Direktur Utama PT GTA Dorlan Naibaho di Kantor Pemko Batam. Namun nasibnya hingga kini kian tak jelas.