PDIP Incar Batam Satu
BATAM - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Batam, Jamsir, ST menegaskan sebagai partai pemenang pemilu kada Provinsi Kepri yang berhasil menempatkan Gubernur Terpilih, H. Muhammad Sani dan Wakilnya
BATAM - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Batam, Jamsir, ST menegaskan sebagai partai pemenang pemilu kada Provinsi Kepri yang berhasil menempatkan Gubernur Terpilih, H. Muhammad Sani dan Wakilnya H. MUhammad Soerya Respationo yang merupakan Kader PDIP, tentu target pada Pilwako, 5 Januari 2011 mendatang adalah posisi Walikota.
"Kita tidak mencari posisi wakil Walikota dan Saya pikir hasil pemilu kada Provinsi kepri sudah menjawab keinginan kami," Kata Jamsir kepada Terkini News di sela-sela agenda temu pengusaha Indonesia - China di Planet Holiday Hotel, Jum'at (16/7) malam.
Penegasan itu menjawab adanya suara yang cenderung menonjolkan personal di PDIP yang digadang-gadang mengincar posisi wakil walikota Batam. Menurut Jamsir, wacana yang muncul jelas tidak beralasan dan terkesan mengada-ada, mengingat partai berlambang banteng ini dinilai sudah cukup mempunyai basis massa yang mampu mempengaruhi persentase perolehan suara signifikan.
Selain itu, Jamsir menjelaskan pihaknya sudah melakukan konsolidasi internal secara komprehensif, sehingga pada saat rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) yang akan digelar dalam waktu dekat sudah dapat diketahui nama-nama kader bakal calon yang akan diusung pada pertarungan pilwako mendatang.
"Kita bekerja berdasarkan mekanisme partai, hasil rakercabsus akan dilaporkan ke DPD Provinsi Kepri lalu hasil dari DPD akan menjadi rekomendasi ke DPP. DPP yang menentukan," kata Jamsir lagi.
Ditanya mengenai sosok bakal calon yang menguat, Jamsir dengan percaya diri mengatakan kalau seluruh kader PDIP mampu, namun ketentuan partai akan menentukan siapa yang paling pantas di usung partai besutan Megawati SOekarno Putri ini.
Untuk koalisi partai, Jamsir memastikan akan tetap menggandeng sekutu lama nya yakni Partai Kebangkitan Nadhlatul Ulama (PKNU), Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB) dan Partai Hati NUrani Rakyat (Hanura).
"Bukti kerjasama kita sudah terlihat dan sepertinya akan kita ulangi lagi pada Pilwako nanti," katanya santai.

