Mengembalikan Sejarah Ekonomi Islam
Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, saya minta maaf sebelumnya kepada para penyandang status guru maupun dosen.
Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, saya minta maaf sebelumnya kepada para penyandang status guru maupun dosen.
Sangat tidak fair dan tidak proporsional para guru kita dan bahkan para dosen menjelaskan ilmu ekonomi mulai dari tingkat SMP SMA dan berbagai fakultas ekonomi atau perguruan tinggi dibidang okonomi. Selama ini kita memperoleh informasi bahwa ilmu ekonomi berawal dari zaman yunani kemudian loncat ke Adam Smith.
Ketidakfairan muncul ketika satu pihak kita mengangkat derajat adam smith bahkan menobatkannya sebagai bapak ekonomi tetapi dipihak lainnya kita tidak menceritakan kepada khalayak khususnya kalangan akademis bahwa dalam bukunya The Wealth Of Nation volume 5 halaman 365 menyatakan bahwa ekonomi yang paling maju adalah ekonomi bangsa arab yang dipimpin oleh Muhammad bin Abdullah dan orang-orang sesudahnya. Pernyataan ini tidak pernah disampaikan kepada kita sehingga berakibat tidak adanya apresiasi kita terhadap ekonmi islam karena seakan-akan tidak ada kontribusi dari pemikiran ekonomi Islam terhadap ilmu ekonomi yang ada saat ini.
Coba kawan-kawan membaca buku sejarah ekonomi yang ditulis oleh J. Schumpter ataupun buku ekonominya Paul. A. Samuelson, masih ingat ngga

