"Disedot" Umrah, 300 Mahasiswa STISIPOL Raja Haji "Menghilang"

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 21 Juli 2010 00:00 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 814 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG -Satu persatu persoalan mulai terungkap pasca dugaan ijazah palsu Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang. Melalui pertemuan FKPTS di Gedung DPRD Kepri Selasa (20/07/10) terungkap 300 mahasiswa STISIPOL Raja Haji "meng
TANJUNGPINANG -Satu persatu persoalan mulai terungkap pasca dugaan ijazah palsu Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang. Melalui pertemuan FKPTS di Gedung DPRD Kepri Selasa (20/07/10) terungkap 300 mahasiswa STISIPOL Raja Haji "menghilang".

Demikian ungkap Endri Sanopaka, Puket III Bidang Kemahasiswaan STISIPOL Raja Haji. Menurutnya, sebanyak 300 mahasiswa yang "menghilang" dari STISIPOL Raja Haji pasca konflik UMRAH dan STISIPOL Raja Haji. Menurutnya, secara resmi baru empat orang yang keluar dari STISIPOL Raja Haji.

"Sekitar 300 mahasiswa yang keluar secara tidak resmi," ungkap Endri Sanopaka kepada wartawan. Kendati demikian, seorang mahasiswa jurusan Ilmu Administrasi Negara (IAN) Fisip Umrah yang enggan namanya disebutkan mengaku sudah meminta secara resmi tapi tidak dikeluarkan juga oleh program studi IAN STISIPOL Raja Haji saat mau pindah.

Endri Sanopaka membantah hal ini kepada wartawan dia mengatakan hanya empat orang yang resmi meminta pindah dari STISIPOL Raja Haji empat orang dari jurusan Ilmu Pemerintahan.