Apindo: TDL Naik 18%, Harga Barang Produksi Naik 5%

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 22 Juli 2010 00:00 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 839 kali ditampilkan

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan naiknya tarif dasar listrik (TDL) maksimal 18 persen akan mengerek naik harga jual produk industri sebesar lima persen.
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan naiknya tarif dasar listrik (TDL) maksimal 18 persen akan mengerek naik harga jual produk industri sebesar lima persen.

"Dampak terhadap kenaikan harga jual produk kita harapkan tidak lebih dari lima persen, paling dua hingga tiga persen. Kecuali untuk industri yang menggunakan listrik sangat besar seperti pabrik es," ujar Ketua Umum Apindo Sofyan Wanandi, di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (22/7/2010).

Dia menjelaskan, jika pihaknya juga sudah meminta agak kalangan pengusaha meminimalisir kenaikan harga jual produksinya. Dia juga mengimbau jangan sampai terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kenaikan TDL yang bisa mencapai 18 persen ini.

"Saya juga sudah minta ke asosiasi-asosiasi untuk menerima ketetapan ini. Untuk selanjutnya pemerintah jangan sebisanya menaikan tarif secara sembarangan harus diperbincangkan terlebih dahulu. Kami menerima dan kami meminta pengusaha untuk menerima ini dan tidak menaikan harga serta tidak melakukan PHK," paparnya.

Dia juga menjelaskan, jika pemerintah dan pengusaha akhirnya mencapai kata sepakat dalam penghitungan besaran penghitungan TDL bagi industri yang tidak lebih dari 18 persen dan tetap mengacu kepada kekurangan subsidi sebesar Rp4,8 triliun.

Sementara Ketua Umum Pergantian Antar Waktu Kadin Adi Putra D Tahir menjelaskan, jika pihaknya, sebagai pengusaha menerima kenaikan TDL tersebut dengan prihatin.

"Kami pengusaha menerima dengan prihatin, kami mengimbau kepada para pengusaha untuk menerima dulu. Tapi kalau bisa pengenanannya setelah Lebaran, kami imbau kepada dunia usaha untuk menghitung lagi. Mungkin industri tidak bisa sembarang menaikan harga, paling hanya melakukan efisiensi," pungkas Adi.

*www.okezone.com