Pengusaha Berat Hati Terima Hitungan TDL Industri Baru

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 22 Juli 2010 00:00 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 823 kali ditampilkan

Jakarta - Kalangan pengusaha menerima dengan berat hati perhitungan besaran kenaikan tarif dasar listrik (TDL) industri, tidak lebih dari 18%, sebagaimana yang sudah diputuskan pemerintah dan Komisi VII DPR beberapa waktu lalu.
Jakarta - Kalangan pengusaha menerima dengan berat hati perhitungan besaran kenaikan tarif dasar listrik (TDL) industri, tidak lebih dari 18%, sebagaimana yang sudah diputuskan pemerintah dan Komisi VII DPR beberapa waktu lalu.

"Kami terima ini, tidak dalam arti menerima dengan senang hati. Kita terima dengan sangat berat hati," jelas Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi dalam jumpa pers di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (22/7/2010).

Menurut Sofjan, pihaknya menerima keputusan ini karena kalangan pengusaha menyadari kenaikan TDL bertujuan untuk menutupi kekurangan anggaran subsidi listrik dalam APBN sebesar Rp 4,8 triliun yang memang harus dipenuhi PLN.

"Lagipula kami menyadari kalau PLN membutuhkan dana untuk berinvestasi," katanya,

Namun Sofjan tetap mendesak agar pemerintah segera memperbaiki kebijakan energi nasional yang lebih berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri termasuk soal pasokan gas ke pembangkit milik BUMN listrik itu.

"Kalau pemerintah kasih gas untuk kebutuhan PLN, harusnya tarif listrik kami tidak perlu naik. Kami juga minta supaya proyek 10.000 MW dipercepat karena buat kami yang penting adalah listrik itu ada," katanya,

Sofjan juga berharap perdebatan antara kalangan pengusaha dengan pemerintah soal kenaikan TDL tidak terjadi lagi di kemudian hari. "Saya minta supaya pemerintah tidak seenaknya menentukan apapun. Mbok ya ngomong dulu sama pengusaha," paparnya.

Namun Sofjan meminta kepada kalangan dunia usaha untuk tidak menaikkan harga barang di pasaran tidak berlebihan. "Kami imbau jangan lakukan PHK dan ini sudah disepakati oleh seluruh asosiasi industri," tambahnya.

Hal ini diamini oleh PAW Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Adi Putra Tahir. Ia mengaku pihaknya menerima keputusan ini dengan prihatin

"Kami menerima dengan prihatin. Namun kami mengimbau kepada kalangan dunia usaha menerima keputusan ini," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN, Murtaqi syamsuddin menyatakan cara perhitungan baru diharapkan pelanggan tidak akan mengalami kenaikan atau penurunan secara drastis lebih dari 18%.

"Kami berharap ke depan keberatan pelanggan dapat dinetralisir dan daya saing industri tidak terpengaruh secara signifikan," katanya.

*www.detiknews.com