Bapedal Masih Tunggu Dokumen Lingkungan Dari Smith Salvage Soal Pengangkatan MV Hyundai 105
BATAM - Terkait akan dimulainya pengangkatan bangkai kapal kargo Hyundai 105 yang karam dari perairan Batu Ampar, Kepala Badan pengendalian dampak lingkungan (bapedalda) kota Batam, Dendi N Purnomo mengatakan bahwa pihak Bapedal juga segera melakuk
BATAM - Terkait akan dimulainya pengangkatan bangkai kapal kargo Hyundai 105 yang karam dari perairan Batu Ampar, Kepala Badan pengendalian dampak lingkungan (bapedalda) kota Batam, Dendi N Purnomo mengatakan bahwa pihak Bapedal juga segera melakukan cek dampak lingkungan terhadap aktivitas tersebut.
Dendi menjelaskan bahwa pihaknya mulai Kamis (22/7) sudah mulai dilibatkan dalam aktivitas tersebut. "Kami hanya sebagai pengawas, untuk itu kita juga menunggu dokumen lingkungan dari kegiatan ini, izin pusat dan daerah harus disertakan," ujar Dendi, Rabu (21/7).
Sebelum pengangkatan tersebut ujar Dendi, perlu survei oleh tim ahli untuk mendefenisikan mana yang limbah domestik, limbah Scrap maupun limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). "Hal itu harus didefenisikan terlebih dulu oleh tim ahli. Yang jelas tanggung jawab kemanan lingkungan berada pada kontraktor yang akan melakukan pengangkatan tersebut," jelasnya.
Pembagian scrap-scrap yang telah diangkat, tambahnya mungkin akan dipiliah setelah berada didaratan. Dia juga mengatakan bahwa dalam pengangkatan kapal ini, kontraktor perusahaan asing Belanda Smith Salvage yang ditunjuk Hyundai untuk melakukan pengangkatan harus benar-benar memperhatikan dampak lingkungan
"Perusahaan untuk mengangkat telah ditunjuk oleh perusahaan pemilik kapal. Yang jelas tata cara pengangkatan kapal tersebut akan dipresentasikan kepada Kanpel. Dari Bapedalda hanya menunggu pengajuan dokumen lingkungan untuk diverifikasi," tukas Dendi sebelumnya.
Dendi menjelaskna tahapan dalam pengangkatan kapal, Bapedalda sebagai pembuat dokumen lingkungan, sementara ijin lingkungan akan dikeluarkan oleh KLH dan terakhir ijin operasional pengangkatan merupakan kewenangan Kementrian Perhubungan.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelabuhan Laut (kakanpel) OB, Ali Ibrahim menegaskan bahwa pihaknya beserta TNI AL dan Polairud akan mengawasi jalannya proses pengangkatan kapal kargo tersebut. "Sebenarnya bukan sepenuhnya pengangkatan, tapi pemotongan atau pembedahan kapal tersebut menjadi beberapa bagian didalam laut, setelah itu baru diangkat ke permukaan," jelasnya.
Walau tidak menyebutkan jadwal pasti pengangkatan, Ali memastikan pengangkatan akan segara dilakukan dalam tahun ini", Sekarang prosesnya sedang dalam tahap persiapan. Kami juga hanya berperan sebagai pengawas, jadi kita juga kurang tahu kapan proses tersebut dimulai," ungkapnya.
Ali kembali mengatakan bahwa pihaknya telah lama menyampaikan keberadaan kapal MV Hyundai 105 yang tenggelam didekat alur pelayaran internasional Selat Philips ke International Maritime Organization, bahwa sejauh ini keberadaan bangkai kapal kargo yang mengakut 4.190 mobil ini tidak mengganggu alur pelayaran.

