Warga Pulau Kasu Harapkan Empati Pemerintah Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Diterbitkan oleh Redaksi pada Jumat, 23 Juli 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 943 kali ditampilkan

BATAM - 1000 Kepala Keluarga yang menghuni Pulau Kasu, Belakang Padang, salah satu kecamatan di Kota Batam hingga kini belum memiliki fasilitas pengelolaan air bersih, akibatnya untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, warga setempat mesti merogoh bi
BATAM - 1000 Kepala Keluarga yang menghuni Pulau Kasu, Belakang Padang, salah satu kecamatan di Kota Batam hingga kini belum memiliki fasilitas pengelolaan air bersih, akibatnya untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, warga setempat mesti merogoh biaya yang cukup mahal yakni satu drum seharga Rp 8 ribu.

Samin (50) warga Pulau Kasu kepada wartawan mengungkapkan warga selalu membeli untuk kebutuhan air bersih. Penjual air mematok harga yang cukup tinggi dengan kapasitas 216 liter sama dengan satu drum.

"Kami butuh 2 (drum), coba kalikan aja berapa?," keluhnya.

Pada umumnya, di Pulau Kasu setiap keluarga yang memiliki anggota lebih dari tiga orang dibutuhkan sedikitnya tiga drum air. Air bersih yang dijual di Pulau Kasu didatangkan dari Pulau Lumba dan Pulau Bekam yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat itu dengan menggunakan sarana transportasi laut. Samin mengatakan keadaan lebih parah akan terlihat pada saat datangnya musim kemarau, dimana penjual air menerapkan sistem jatah pada setiap kepala keluarga yang membeli air.

Masing-masing, kata Samin, mendapatkan jatah pembelian air hanya dua jerigen berkapasitas 18 liter dengan harga Rp3000 per jerigen.Dia memandang harga tersebut terlalu mahal bagi warga Pulau Kasu yang 90 persennya berprofesi sebagai nelayan tradisional. Saat ini, katanya, di Pulau Kasu terdapat lima buah sumur umum yang digunakan oleh seluruh warga.

Namun dia mengatakan keberadaan lima sumur itu tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi penduduk pulau itu yang berjumlah lebih dari 3000 jiwa. Samin mengharapkan pemerintah Batam agar mau membangun sumber air di pulau itu, agar tidak lagi terjadi krisis air bersih.

"Di pulau ini masih memungkinkan untuk dibangun dam air untuk menopang kebutuhan air bersih," ujar Samin.