Eatertainment Kaji Ubah Bisnis Utama
PT Eatertainment International Tbk (SMMT) kemungkinan bakal mengganti bisnis utama (core bussiness) perseroan dalam waktu dekat setelah diakuisisi Grup Rajawali melalui anak usahanya
PT Eatertainment International Tbk (SMMT) kemungkinan bakal mengganti bisnis utama (core bussiness) perseroan dalam waktu dekat setelah diakuisisi Grup Rajawali melalui anak usahanya
Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta berpendapat, sejak dibeli Grup Rajawali banyak beredar kabar kalau perseroan makanan cepat saji tersebut akan diubah bisnis utamanya menjadi perseroan tambang batu bara atau minyak sawit mentah (CPO).
"Bahkan terakhir, kabarnya akan menjadi holding company," tutur kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa 29 Juni 2010.
Per 31 Mei 2010, PT Eagle Capital memiliki 14,74 persen saham Eatertainment International, sedangkan PT Mutiara Timur Pratama dan Green Palm Resources Pte. Ltd (keduanya perusahaan afiliasi Grup Rajawali) masing-masing memiliki 23,43 persen dan 47,46 persen.
Namun, Eagle Capital per 15 Juni 2010 menambah kepemilikan sahamnya di Eatertainment International menjadi 15,63 persen.
Direktur Utama PT Eagle Capital Harry Wiguna saat dimintai konfirmasi menjelaskan bahwa sampai saat ini bisnis utama perseroan belum berubah.
Mengenai apakah ada rencana pergantian bisnis utama, ia menyerahkan hal tersebut kepada pihak mayoritas. "Kami hanya minoritas, jadi tanya kepada yang lebih menguasai," kata dia.
Managing Director Corporate Relations Mining & Resources grup Rajawali Corp, Darjoto Setyawan sampai berita ini diturunkan belum bisa dihubungi.
Seperti diketahui, saham Eatertainment International dikenai sanksi penghentian sementara (suspensi) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini, Selasa 29 Juni 2010.
Menurut Kadiv Perdagangan Saham BEI Andre PJ Toelle, hal itu diberlakukan karena harga saham SMMT melonjak Rp1.280 (272,34 persen), yaitu dari harga penutupan Rp470 pada 18 Juni 2010 menjadi Rp1.750 per 28 Juni 2010.
"BEI perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham SMMT dalam rangka cooling down," kata dia dalam keterbukaan informasi BEI di Jakarta, hari ini.

