Bhakti Investama Cetak Laba Rp166,27 Miliar
JAKARTA - Perusahaan investasi PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) mengalami kenaikan kinerja keuangan pada semester I-2010. Laba bersih perusahaan milik konglomerat Hary Tanoesudibjo ini melonjak sebanyak 123,22 persen.
JAKARTA - Perusahaan investasi PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) mengalami kenaikan kinerja keuangan pada semester I-2010. Laba bersih perusahaan milik konglomerat Hary Tanoesudibjo ini melonjak sebanyak 123,22 persen.
Seperti diungkapkan oleh manajemen perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (30/7/2010), laba BHIT menguat sebanyak Rp91,78 miliar ke Rp166,27 miliar pada paruh pertama 2010 ini jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp74,49 miliar.
Positifnya laba bersih ini terutama karena jumlah pendapatan usaha perseroan mengalami kenaikan. Di mana total pendapatan perseroan naik 18,18 persen atau Rp490 miliar menjadi Rp3,19 triliun pada semester I-2010 ini dari sebelumnya yang hanya Rp2,7 triliun.
Media dan penyiaran tercatat menyumbangkan pendapatan terbesar Rp2,26 triliun, lalu media berbasis pelanggan berkontribusi sebanyak Rp669,7 miliar, transportasi sebesar Rp106,17 miliar, pembiayaan dan efek sebesar Rp94,98 miliar serta media pendukung dan infrastruktur Rp56,2 miliar.
Sementara jumlah beban usaha tampaknya tidak naik secara signifikan, di mana beban usaha semester I-2010 hanya tercatat sebesar Rp2,4 triliun, sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,2 triliun.
Alhasil, laba usaha tercatat naik cukup signifikan menjadi Rp781,17 miliar selama semester pertama 2010 tersebut jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp468,3 miliar.
Padahal, penghasilan bunga perseroan turun menjadi Rp42,9 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp68,9 miliar. Begitu juga dengan untung kurs turun menjadi hanya Rp126,6 miliar dari sebelumnya Rp260,9 miliar.
Di samping itu, jumlah aset perseroan berhasil meningkat menjadi Rp18,08 triliun pada semester I-2010 jika dibandingkan dengan sebelumnya yang sebesar Rp17,2 triliun.
www.okezone.com

