2010, Penderita HIV/AIDS Batam Capai 214 Orang

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 18 Agustus 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 952 kali ditampilkan

BATAM - Trend penyebaran virus HIV/AIDS di Batam pada semeter pertama tahun 2010 cenderung mengalami peningkatan yakni mencapai 214 orang. Sepanjang tahun 2007 hingga saat ini pola penyebaran pun mulai memasuki pada level umum yang penyebarannya me

Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam, Pieter P. Pureklolong mengatakan perilaku berisiko penularan virus HV/AIDS pada level umum terlihat dari catatan KPA terhadap kasus yang ditemukan sebanyak 42 kasus untuk kategori penularan dari Ibu kepada anaknya. Penularan virus melalui wanita pekerja seks (WPS) tercatat sebanyak 39 kasus dan untuk penularan yang justru dikhawatirkan berdampak langsung yakni melalui jarum suntik hanya ditemukan 4 kasus di Batam.

"Kelihatan kalau penyebarannya justru sudah masuk pada level umum," kata Pieter menjawab wartawan di ruangannya,Lt 7 Kantor Pemko Batam, Rabu (18/8).

Lebih spesifik, Pieter juga menjelaskan capaian 214 orang penderita HIV/AIDS di Batam. Sekitar 22 orang sudah meninggal akibat serangan penyakit itu. spesifikasi penderita virus HIV sebanyak 127 orang dan penderita AIDS sebanyak 65. Untuk pemisahan jenis kelamin HIV relatif didominasi laki-laki yakni sebanyak 70 orang dan sisanya perempuan yakni 52 orang.

Penderita AIDS laki-laki sebanyak 10 orang dan perempuan sebanyak 12 orang. Menurut Pieter, penyebaran virus menular HIV/AIDS ini sangat rentan pada usia produktif yakni sekitar 25 tahun sampai 49 tahun. Meski demikian, yang sangat mempengaruhi peluang tertular penyakit tersebut lebih disebabkan intensitas melakukan prilaku beresiko seperti berhubungan seks dengan WPS dan bertukar jarum suntik.

KPA sendiri, lanjut Pieter hanya bertugas mengkoordinasikan dan memastikan penanganan penanggulangan AIDS mulai dari deskripsi kerja pendampingan. Sedangkan untuk pelayanan masih merupakan tanggung jawab Dinas Kesehatan (Dinkes). Diakuinya, anggaran untuk sampai pada bantuan pengobatan bagi penderita HIV/AIDS masih belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Saat ini dengan intensitas koordinasi lintas KPA hingga KPA Nasional. Anggaran operasional kegiatan khusus proyek penanggulangan HIV.AIDS di Batam masih di bantu KPA Nasional yang mendapatkan dukungan dari Global Fund.

Perlu diketahui, Global Fund adalah sebuah kemitraan publik/swasta global yang unik yang didedikasikan untuk menarik dan membagikan sumberdaya tambahan untuk mencegah dan mengobati HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria. Kemitraan antara pemerintah, masyarakat madani,sektor swasta, dan komunitas-komunitas yang terpengaruh menunjukkan sebuah pendekatan baru terhadap pendanaan kesehatan internasional.

Global Fund bekerja dengan kolaborasi erat bersama organisasi-organisasi bilateral dan multilateral lainnya untuk melengkapi upaya-upaya yang telah ada untuk menangani ketiga penyakit tersebut.

Sejak didirikan pada 2002, Global Fund telah menjadi pendana dominan program-program untuk memerangi AIDS, tuberkulosis, dan malaria, dengan pendanaan yang disetujui senilai U$19,3 miliar untuk lebih dari 600 program di 145 negara. Hingga saat ini,program-program yang didukung oleh Global Fund telah menyelamatkan 4,9 juta nyawa lewat penyediaan perawatan AIDS untuk 2,7 juta orang, perawatan anti-TBC untuk 7 juta orang dan pembagian 122 juta kelambu yang sudah diberi insektisida untuk pencegahan malaria.

"Kita butuh anggaran yang cukup untuk menangani hingga pada biaya pengobatan, meski fokus kita pada pencegahan," pungkas Pieter.