Wakil Bupati Dijadwalkan Khutbah di Kundur

Diterbitkan oleh Admin pada Rabu, 17 September 2014 09:14 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.437 kali ditampilkan

Karimun--Wakli Bupati Karimun H. Aunur Rafiq dijadwalkan menjadi khatib pada Shalat Idul Adha 1435 Hijriah di lapangan Sepak Bola Gelora Tanjungbatu Kota Kecamatan Kundur.

Plt Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamtan Kundur Syahril Effendi menjelaskan, Wakil Bupati Karimun H. Aunur Rafiq akan hadir untuk memenuhi undangan menjadi khatib pada pelaksanaan sholat Idul Adha yang kemungkina akan dilaksanakan pada hari Sabtu (4/10) mendatang.

"Khotibnya Pak H. Aunur Raifq. Beliau sudah kita komfirmasi pada saat lebaran Idul Fitri yang lalu dan pak Rafiq mengiakan," ujar Syahril saat ditemui di Kantor Camat Kundur usai Rapat Persiapan pelaksanan Sholat Idul Adha, Rabu (17/9).

Ini merupakan kesempatan yang baik ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendengarkan khutbah Idul Adha yang akan disampaikan Wakil Bupati Karimun.

“Khutbah yang disampaikan Pak Wakil Bupati Karimun tersebut bisa menjadi siraman rohani bagi warga Kundur yang melaksanakan Shalat Idul Adha. Khutbah beliau bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan," tutur Sayhril.

Namun, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pemerintah tentang penetapan hari libur nasional untuk perayaan Hari Raya Idul Adha. Tahun-tahun sebelumnya sholat Idul Adha tingkat Kecamatan Kundur akan dilaksana di lapangan sepak bola Gelora.

Namun apabila cuaca hujan maka pelaksanan sholat id akan dialihkan ke Masjid Raya Nurussalam Tanjungbatu Kota.

Lebih lanjut Syahril mengatakan pihaknya juga kan menggelar Festival Takbiran yang akan dilaksanakan pada hari Jumat (3/10) dilapangan Balai Pemuda Seni dan Budaya Tanjungbatu Kota.

“Kita mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan itu, selain menyambut Hari Raya Idul Adha, kita jadikan ajang tersebut mempererat tali silaturahim,” katanya.

Dalam Festival tersebut peserta dapat melakukan kreasi untuk beduk, namun untuk takbirannya sendir harus sesuai kaidah dan lafat yang benar. Peserta minimal 15-25 satu regunya. Peserta terdiri dari seluruh elemen masyarakat, baik pengurus mesjid, majelis taklim, para pelajar, yang mewakili Desa dan kelurahannya.

"Peserta utusan dari desa dan kelurahan minimal 2 regu. Kita berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar dan lebih meriah," ujar Syahril.