Ing Iskandarsyah Apresiasi UU Kelautan
BATAM - Radio Republik Indonesia (RRI) Batam bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Batam menggelar Dialog nasional membedah dampak UU Kelautan bagi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang wilayahnya 96 persen terdiri dari laut. Anggota DPRD Kepri, Ing. Iskandarsyah mengapresiasi kehadiran UU no. 1 tahun 2014 itu dinilainya secara komprehensif mengatur pengelolaan laut.
"Tentunya hal ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengelola laut, UU ini sudah menjamin ada zonasi. Saat ini kami (DPRD) sedang ada usulan ranperda zonasi wilayah laut, jadi UU ini akan kita turunkan ke peraturan daerah," Ujarnya.
Iskandarsyah menjelaskan pembagian zonasi laut akan mengakomodir kepentingan nelayan dan pengusaha untuk mengelola potensi kelautan.
"UU ini sudah menjamin ada zonanisasi, sekarang belum ada, makanya zonanisasi ini akan dapat melindungi nelayan tradisonal maupun pengusaha. Misalnya nanti zona antara 0 - 4 mill laut wajib tidak ada limbah," Ungkap pria lulusan Belanda tersebut.
Senada dengan itu, Tokoh kemaritiman sekaligus Ketua Kadin Kepri, Soraya Djayakusuma mengaku senang dengan telah disahkannya UU kelautan yang telah ditunggunya selama 10 tahun terakhir ini.
Namun Soraya meminta Presiden baru, Jokowi nantinya segera menerbitkan Peraturan Presiden (PP) yang mengatur lebih lanjut terkait pengelolaan laut sesuai amanat UU Kelautan.
"Saya mengharapkan pemprov Kepri berperan aktif meminta yang namanya PP dikeluarkan, percuma banyak UU jika PP tidak dikeluarkan, sehingga itu bisa direalisasikan investor lokal dan luar negeri," Harapnya.
Komandan Angkatan Laut (Danlanal) Batam, Kolonel laut (P) Ribut Eko Suyatno menilai eksplorasi laut secara optimal membutuhkan sinergi diantara semua komponen bangsa.
"Untuk eksplorasi, sekarang hal ini berawal dari SDM dan peralatan sudah siapkah untuk mengekplorasi, sekarang laut kita kan luas. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, masalah kelautan adalah kesejahteraan dan keamanan, TNI AL siap mendukung keamanannya."Tuturnya. (Numa)

