Selamat Bekerja Presiden Jokowi
Setelah melalui proses yang begitu panjang akhirnya melalui ‘telenovela’ sidang MK, Jokowi – JK pasangan Capres – Cawapres terpilih resmi memenangkan kompetisi Pilpres pada 9 Juli 2014 lalu dan telah dilantik pada Senin 20 Oktober 2014. Usai sudah drama Pilpres, kini saatnya merancang realisasi janji politiknya pada saat kampanye. Selamat bekerja Pak Jokowi dan Pak JK!
Mengawal Janji Jokowi-JK
Kendati tidak semua rakyat Indonesia yang memilihnya karena program dan janjinya, tapi paling tidak sebagai etika publik Jokowi – JK tidak boleh melupakan janji-janji politiknya saja, momentum pelantikannya adalah awal dari komitmen untuk mengawal janji yang tertuang dalam visi-misinya ketika debat Capres – cawapres. Berikut ini sejumlah visi dan misi yang dipaparkan Jokowi yang penulis sadur dari beragam sumber media:
Pertama, pendidikan. di sektor pendidikan, Jokowi menekankan pada revolusi mental, yang dinilainya akan efektif bila dimulai sejak sedini mungkin dari jenjang sekolah, terutama pendidikan dasar. Menurut Jokowi, siswa sekolah dasar (SD) sepatutnya mendapatkan materi pendidikan karakter, pendidikan budi pekerti, dan pendidikan etika sebesar 80 persen, sedangkan ilmu pengetahuan cukup 20 persen. "Saat ini anak-anak SD sudah dijejali dengan matematika, IPA, IPS, dan bahasa Inggris, sehingga pendidikan etika, perilaku, dan moralitas, tidak disiapkan pada posisi dasar," kata Jokowi.
Kemudian secara berjejang kata dia porsi ilmu pengetahuan di tingkatkan pada SMP menjadi 40 persen, sedangkan pendidikan karakter dan budi pekerti menjadi 60 persen. Pada tingkat SMA, pendidikan ilmu pengetahuan ditingkatkan lagi menjadi 80 persen serta pendidikan karakter dan budi pekerti diturunkan menjadi 20 persen. Kedua, pertanian. Di sektor pertanian, Jokowi menilai Indonesia masih membutuhkan banyak lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Untuk membangun lahan pertahuan dibangun waduk atau bendungan dan sistem irigasi pada lahan pertanian.
Ketiga, kelautan. Di bidang kelautan, Jokowi menyoroti nelayan lokal Indonesia kalah bersaing dengan nelayan asing karena teknologi penangkapan ikannya tertinggal. Jokowi berjanji, jika terpilih sebagai presiden akan menyediakan kapal-kapal modern untuk para nelayan yang disertai dengan pelatihan bagi para nelayan. Keempat, energi. Di bidang energi, Jokowi menyoroti besarnya subsidi BBM dan subsidi listrik. Hal ini dapat diminimalisir dengan mengalihkan sumber energi dari BBM ke gas, karena Indonesia memiliki depsot gas sehingga anggarannya jadi lebih murah. Kelima, infrastruktur. Di bidang infrastruktur, Jokowi menyoroti masih kurangnya pengembangan infrastruktur di laut, pengembangan bandara, maupun penambahan jalur kereta api.
Untuk infrastruktur laut, ia menilai, jika dapat dimaksimalkan maka ke depannya tidak ada lagi ketimpangan harga antara daerah yang satu dengan yang lain. Dia mengistilahkan konsep pembagunan infrastruktur laut yang akan dengan istilah tol laut. Keenam, administrasi birokrasi. Jokowi menjelaskan, jika terpilih ia akan segera menerapkan sistem elektronik dan jalur online dalam hal pengadaan barang dan jasa di seluruh institusi pemerintah, termasuk dalam hal pengawasannya. Ini bukanlah pekerjaan yang ringan dan mudah, Butuh kerja keras dan cerdas untuk menggapai semuanya.
Harus Beda Kalau Mau Dipilih
Terpilihnya Jokowi – JK dalam Pilpres jelas bukan hanya sekedar takdir yang diperolah tanpa usaha, strategi dan doa. Kalau tidak, bagaimana mereka bisa ‘laku’ dan dipilih oleh masyarakat Indonesia. Apa resepnya atau apa rahasianya? Ada pembelajaran politik disini. Menurut penulis resepnya sangat sederhana, mereka bisa menampilkan kesan beda dalam mengemas segala jenis bentuk kampanyenya. Beda dengan dengan para pemimpin yang ada sulit sekali didekati rakyat. Mereka mampu mencitrakan diri dan tampil sebagai sosok calon pemimpin yang luar biasa dan itu dikemas strategi pencitraan yang didukung oleh tim media dan sosial media yang solid dan professional.
Kita lihat saja dari awal Jokowi – JK mendaftarkan diri ke KPU. Di awal mereka sudah ‘menjual diri’ mereka dengan sosok yang sederhana diantarkan dengan bajai. Beda penampilan itu yang pertama. Beda yang kedua strategi kampanye. Jokowi – JK menurut penulis adalah pasangan yang pertama kali melakukan kampanye langsung ke masyarakat dan turun ke pasar-pasar. Akhirnya dia memperoleh dukungan dari masyarakat akar rumput. Disamping itu dia juga mampu memperlihatkan kesederhanaan yang tidak dimiliki oleh pasangan calon lainnya. Ini yang penulis pikir membuat Jokowi – JK lebih laku.
Nah, apapun itu, kita berharap pencitraan yang dibangun itu bukan sekedar bungkus untuk menjual mereka agar laku di masyarakat, tapi mereka benar-benar demikian ketika sudah dilantik menjadi Presiden dan Wapres nanti, satu kata hanya untuk mereka selamat bekerja Jokowi – JK, selamat menunaikan amanat rakyat jadilah pemimpin yang selalu jujur, sederhana dan merakyat. Semoga!

