TNI dan Kesbangpol Gelar BIMTEK Bela Negara Di Hotel Aston
TANJUNGPINANG - Pembangunan karakter melalui kurikulum pendidikan yang diterapkan di militer dibentuk untuk mengontrol tindakan yang menyimpang dari segi sosial dan hukum.
Pada dasarnya, pendidikan yang diterapkan di Akademi Militer berbeda karena karakternya diperkuat dengan pemikiran rela berkorban dan bela negara.
Hal tersebut diungkapkan Direktur bela Negara ditjen pothan kemhan laksamana TNI M.Faisal, S.E, MM saat menjadi narasumber dalam bimbingan teknis pembinaan kesadaran bela Negara bagi tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda di Kota Tanjungpinang, di Aula Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (11/4/2014) dari jam 09.00 hingga 12.30 siang. Seminar yang terselenggara atas kerja sama KESBANGPOL Provinsi Kepri.
Dr.Drs.Muhd Dali, MM sebagai narasumber kedua juga menyampaikan pandangannya mengenai integrasi nasional, pendidikan, dan demokrasi. Kepala bidang dikmenti dinas pendidikan Provinsi Kepri itu pun memberikan gambaran mengenai konflik nyata di Indonesia.
"Dalam pendidikan karakter, masyarakat Kepri khususnya tak hanya harus cerdas dalam konteks intelektual, namun juga memiliki kecerdasan spiritual, emosional, dan sosial, serta kinetis yang harus dikembangkan secara berimbang," tandasnya.
Terakhir Ia menambahkan pendidikan karakter harus terus diperkuat karena pendidikan memiliki makna yang strategis dalam upaya pertahanan negara sebagai modal sosial mengatasi ancaman disintegrasi bangsa dalam korelasi global.(HAS)
