Tak Punya Terobosan Baru Yusril Kritik Jokowi

Kamis, 6 November 2014 07:20 WIB
482x ditampilkan Nasional

Usai menduduki kursi pemerintahan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Beredar kabar kenaikan harga BBM ini akan dilakukan tahun ini sebelum Januari 2014. Kabarnya juga harga BBM akan naik bertmbah Rp 3.000. Sehingga Premium yang sekarang Rp 6.500 akan menjadi Rp 9.500.



Rencana pemerintahan baru dibawah presiden Jokowi ini mendapat banyak tanggapan, salah satunya Yusril Ihza Mahendra.

Melalui akun twitternya @Yusrilihza_Mhd, mantan Menteri Sekretaris Negara ini kecewa karena Presiden Baru tapi tak ada solusi baru dari permasahalan BBM yang memang sudah lama terjadi.

Berikut tanggapan lengkap Yusril yang ditwitkan Rabu kemarin (5/11/2014):

1. Ingin sekali saya melihat ada terobosan/gagasan baru dari Presiden Jokowi dalam mengatasi subsidi BBM yg selama ini membebani APBN

2. Namun rupanya tidak ada terobosan/gagasan baru. Yang terjadi adalah rencana pengurangan subsidi alias menaikkan harga jual bbm bersubsIdi

3. Rencana menaikkan harga bbm itu kini telah didahului dengan berbagai jenis bantuan tunai kepada masyarakat miskin persis yg dilakukan SBY

4. Kalau demikian keadaannya, rupanya Presiden baru belum punya cara baru mengatasi masalah subsidi bbm. Jadi masih sama dg yg dulu

5. Saya pikir akan ada terobosan baru dan cara baru. Sayang, rupanya tidak ada.