Pengusaha, Untuk Apa Upah Naik Kalau Tidak Bisa Direalisasikan

Diterbitkan oleh Admin pada Selasa, 11 November 2014 06:59 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 775 kali ditampilkan

KARIMUN - Penetapan angka UKM Karimun berjalan alot, sampai-sampai pimpinan rapat memutuskan sampai belasan kali skorsing waktu agar pihak serikat pekerja dan pengusaha dapat berembuk, namun tak kunjung ada titik temu. Angka Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karimun untuk tahun 2015 disepakati sebesar Rp2.168.838, melalui Voting.

 

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia, Wiryanto menjelaskan, ini bukan masalah naik turunnya upah tapi lebih kepada usaha kecil marginal yang umum. 

 

"Untuk apa upah naik kalau tidak bisa direalisasikan. Kita juga perlu menjaga kelompok usaha marginal, kita juga menjaga pekerja jangan sampai di PHK hanya gara-gara pengusaha tak mampu membayar upah," kata pengacara kondang di Karimun ini.

 

Namun antara pengusaha dan pekerja tetap tidak menemukan kata sepakat. Masing-masing menyampaikan berbagai argumen. Meski pekerja telah menurunkan sebanyak lima kali tawaran mulai dari Rp2,5 juta menjadi 2.456.734, selanjutnya turun lagi sebesar  Rp2.415.015, terakhir mentok sampai angka Rp2.395.316. 

 

Sedangkan pengusaha sendiri menaikkan perlahan mulai dari besaran KHL kemudian menjadi Rp2.127.130. Lalu naik sedikit hingga angka Rp2.137.557 dengan alsan 2,5 persen merupakan kontribusi pengusaha terhadap inflasi.