Mahasiswa Batam Deklarasikan PANCATURA Menolak Kenaikan Harga BBM

Jumat, 21 November 2014 06:37 WIB
887x ditampilkan Batam

BATAM - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Batam mendeklarasikan lima tuntutan rakyat (Pancatura) saat menggelar unjuk rasa di Kantor Wali Kota dan DPRD Batam, Kamis (20/11).


 

Meski dibawah guyuran hujan, Aliansi mahasiswa yang terdiri dari HMI, PMII, KAMMI dan BEM se-Kota Batam ini tetap menyuarakan tuntutan mereka.
 
"Kami Aliansi Mahasiswa Kota Batam dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, menyuarakan PANCATURA, yaitu turunkan Presiden, turunkan kenaikan harga BBM, turunkan harga bahan pokok, kontrol distribusi dan harga gas LPG 3 Kg serta berantas mafia MIGAS," Seru Ketua PMMII Kota Batam, April saat berorasi.
 
Sementara iku Koordinator Aksi, Ikro Bismitama menegaskan kepada pemerintah daerah untuk mengakomodir tuntutan yang mereka sampaikan. Ia mengatakan tuntutan yang terdapat dalam Pancatura merupakan bagian dari suara rakyat.
 
"Pancatura ini merupakan murni suara rakyat, jika dalam jangka waktu satu bulan tuntutan ini belum direalisasikan, maka kami menyatakan dengan tegas akan terus melakukan aksi secara terus menerus," Ancam pemuda yang juga merupakan aktivis KAMMI tersebut.
 
Menurut Ikro, langkah pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi bukanlah merupakan kebijakan yang tepat. Apalagi kenaikan harga BBM dilakukan ketika harga minyak dunia dikabarkan sedang mengalami penurunan.
 
"Seyogyanya BBM tidak mesti dinaikkan harganya, karena pemasukan Negara di sektor pajak belum optimal, dan aset-aset strategis negara belum dinasionalisasikan, serta korupsi di negara ini masih merajalela," Ungkap dia.
  
Aksi mahasiswa ini mendapat pengawalan cukup ketat dari Satuan Polisi Pamong Praja dibantu dengan beberapa anggota Kepolisian.