Penerima Dana Kompensasi BBM, Masih Gunakan Kartu Lama

Diterbitkan oleh pada Kamis, 27 November 2014 16:22 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.524 kali ditampilkan

KARIMUN - Warga Keluarahan Tanjungbatu Kota dan Kelurahan Gading Sari Kecamatan Kundur mulai menerima dana kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari pemerintah yang dibagikan melalui kantor pos. Yang dilakasanakan digedung Balai Sri Gading Tanjungbatu Kota, Kamis (27/11) .

 

Pencairan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) ini masih menggunakan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dari pemerintahan sebelumnya.

 

Kepala Kantor Pos Kecamatan Kundur, Firman mengatakan, di Pulau Kundur untuk 5 kecamatan penerima dana PSKS sebanyak 3348 rumah tangga sasaran (RTS). Lantaran tiga kartu “sakti” Jokowi belum jadi, pencairan dana tersebut masih menggunakan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang dulu digunakan saat pencairan kompensasi kenaikan harga BBM tahun 2013 masa pemerintahan SBY.

 

“Karena kartu pengganti berupa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) belum jadi, sehingga pakai KPS toh datanya sama. Sampai sekarang kami belum mendapat kepastian kapan KKS, Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) jadi,” katanya di sela-sela pencairan dana.

 

Dana yang diberikan bagi masing-masing RTS sebesar Rp 400 ribu untuk November dan Desember. Saat mencairkan dana ini, penerima yang telah diundang cukup membawa KPS dan bukti diri seperti KTP atau kartu keluarga. Pembagian akan dilaksanakan di lima kecamatan di pulau Kunur dari hari 26 November-02 desember 2014.

 

“Hari ini dilanjutkan untuk seluruh penerima di Kelurahan Tanjungbatu Kota dan Kelurahan Gading Sari, kemudian untuk keluarahan dan desa lain di Kecamatan lain sudah dijadwalnkan hingga tanggal 2 Desember. Untuk kecamatan lain pelayanan pencairan di kantor camat masing-masing," papar Firman.

 

Salah seorang penerima dana kompensasi, yang biasa di panggil Tok (68), merasa senang mendapat dana tersebut. Kenaikan harga BBM, menurutnya, memberatkan karena membuat harga-harga kebutuhan menjadi naik. Bahkan dengan adanya dana kompensasi ini, paling tidak sedik meringankan kebutuhan hidupnya.