Bupati Karimun Himbau Pemuda Jadi Wirausahawan Dari Pada PNS
KARIMUN - Perkembangan populasi manusia di Indonesia yang semakin lama semakin meningkat, menjadikan semakin sedikit pula lapangan pekerjaan yang tersedia, dan angka pengangguran semakin besar, terlebih lagi para pemuda usia produktif karena sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan.
Kabupaten Karimun sebagai wilayah yang terbuka dan berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga, sebenarnya memiliki banyak potensi lapangan pekerjaan yang bisa dihasilkan. Namun rasio para pencari kerja dengan pekerjaan yang tersedia tetap menjadi masalah karena belum mampu mengakomodir keseluruhannya.
Bupati Karimun Nurdin Basirun menilai pola pikir atau mindset masyarakat terutama generasi muda harus dirubah. "Kemarin kami sudah sampaikan dengan Menpan-RB, wilayah kita ini ingin berkompetensi, berdaya saing tinggi. Kita ini salah satu garda terdepan perbatasan negara, mutu kita harus kita tingkatkan, sehingga memang kita perlu penambahan-penambahan personil. Tapi pola pikir anak muda kita ini harus kita rubah, kita butuh pemuda yang siap berdaya saing dan memanfaatkan peluang", ujarnya saat menghadiri kegiatan perayaan HUT PGRI Kabupaten Karimun di Moro, Sabtu (29/11).
Beliau menyarankan generasi muda Karimun hendaknya bisa menangkap peluang, sehingga tidak hanya bergantung pada lapangan pekerjaan tersedia termasuk pegawai negeri. Salah satu ciri negara maju yaitu memiliki rasio wirausaha yang besar, sehingga menunjang sektor perekonomian. "Ini tugas kita, mari rubah mindset. Pemuda jangan menunggu saja untuk jadi PNS. Kita butuh para wirausahawan muda, butuh para pelopor. Silahkan tangkap peluang-peluang yang ada. Kalau kita punya kompetensi, tak ada hal yang tidak mungkin", ujar beliau.
Beliau juga berpesan terutama kepada para guru yang mendidik di sekolah, agar berusaha meningkatkan kompetensi yang dimiliki oleh siswa. Hal ini perlu digalakkan, agar dapat tumbuh bibit-bibit pengusaha muda Karimun yang siap untuk bersaing di pasar lokal maupun nasional. "Itu dimulai dari sekolah sebagai pusat pendidikan", himbau beliau dihadapan para guru yang menghadiri kegiatan tersebut.
Salah seorang guru yang hadir menyatakan sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Bupati. "Saya setuju dengan Bapak Bupati. Lapangan kerja sekarang saja sudah penuh dimana-mana, anak muda harus terlatih dan berkompetensi supaya tidak jadi pengangguran. Kami para guru juga harus berusaha supaya anak-anak kita punya kompetensi sehingga siap terjun ke masyarakat," ujar Dudik Aryanto, guru dari SMKN Kundur. (harja)

