Ketua PGRI Karimun : Revolusi Mental Dimulai Dari Institusi Pendidikan

Diterbitkan oleh pada Ahad, 30 November 2014 07:23 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.442 kali ditampilkan

KARIMUN - Jargon yang diusung oleh Presiden Repupblik Indonesia Joko Widodo mengenai revolusi mental, dimaknai oleh para guru sebagai sebuah titik tolak menciptakan perubahan karakter pada peserta didik.

 

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karimun MS. Sudarmadi menyatakan gagasan pemerintah tersebut tidak akan berhasil apabila masyarakat tidak bekerjasama dalam mewujudkan perubahan pola pikir atau mindset. Dan institusi sekolah sebagai pusat pendidikan, hendaknya turut berpartisipasi dalam mewujudkan konsep yang bermuara pada kemajuan bangsa.



Hal ini disampaikan beliau dalam kegiatan perayaan hari guru nasional dan HUT PGRI ke-69 yang dilaksanakan di Moro pada Sabtu (29/11). Dalam peringatan tahun ini, PGRI Kabupaten Karimun mengusung tema mewujudkan revolusi mental melalui penguatan peran stretegis guru. "Tahun ini kami berupaya memperlihatkan bahwa guru, dalam hal ini PGRI senantiasa responsif terhadap gagasan positif. Ide revolusi mental merupakan pemurnian akar masalah bangsa, dan guru adalah komponen terpenting yang harus mewujudkan revolusi mental itu", tutur beliau.


Beliau juga menyatakan bahwa PGRI telah memiliki instrument penting dalam melaksanakan kinerjanya yaitu kode etik. Perubahan mentalitas generasi muda membutuhkan guru yang juga berkualitas. "PGRI senantiasa menuntut kompetensi dan profesionalitas anggotanya. Tapi kami juga membantu untuk mendorong agar para guru kita bisa memperoleh penghasilan hidup yang terpenuhi. Untuk itu, kami mohon bantuan pemerintah agar bisa membantu meningkatkan ini", ujar sosok yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun ini.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua PGRI Provinsi Kepri Ismail menyatakan bahwa pekerjaan sebagai guru bukanlah sebuah pengorbanan, melainkan sebuah kemuliaan. Guru adalah jabatan profesional yang tercantum dalam undang-undang, jadi tidak bisa terputus-putus.


"Guru bukan hanya menatap siswa, tapi menatap masa depan bangsa. Kita harus apresiasi kinerjanya, terlebih lagi untuk guru-guru di daerah hinterland yang memiliki semangat yang luar biasa. Ini harus diberikan penghargaan yang wajar dan layak. Sesuai tema yang kita usung, revolusi mental ditentukan dari guru memainkan perannya dalam mendidik", imbuh beliau. Beliau juga menyatakan PGRI Kabupaten Karimun harus menjadi pelopor untuk dapat membantu meningkatkan kesejahteraan guru. (harja)