KPK dan Presiden Jokowi Diminta Beri Contoh Efesiensi Anggaran

Diterbitkan oleh pada Jumat, 5 Desember 2014 07:03 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 892 kali ditampilkan

Disuruh hidup hemat oleh KPK, wakil rakyat di DPRD Riau ini malah balik meminta KPK dan bahkan Presiden Jokowi untuk memberikan contoh. Maksudnya, agar cocok mengaplikasiannya.


Agar terhindar dari praktek korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyarankan anggota DPRD Riau dan DPRD Kota Pekanbaru agar mulai menerapkan hidup hemat dan sederhana. 



“‎Anjuran presiden pun agar semua hidup hemat dan sederhana agar efesiensi anggaran bisa berjalan maksimal,” kata Adnan Pandu Praja, Wakil Ketua KPK bidang Pencegahan dalam Desiminasi Buku Putih KPK: 5 Perspektif Anti Korupsi KPK bagi anggota DPRD Riau dan DPRD Kota Pekanbaru di Ruang Medium DPRD Riau, Kamis (04/12/14). 


KPK pun meyakini, dengan hidup hemat dan sederhana, maka akan menghindarkan anggota dewan dari kasus korupsi. Karena salah satu penyebab korupsi, bisa dilihat dari gaya kehidupan mewah anggota dewan.‎

 

Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Anggota DPRD Riau merespon positif terhadap apa yang disarankan KPK tersebut.‎ Namun, menjalankan pola hidup hemat dan sederhana tergantung kepada niat masing-masing anggota dewan. 


“Tidak hanya presiden, Nabi Muhammad pun sudah lama menyarankan kita untuk hidup hemat dan sederhana.‎ Hidup dengan keadaan tidak kaya dan miskin, seimbanglah di antara keduanya,” ungkap politisi Demokrat ini. 


Sekretaris Komisi D DPRD Riau ini pun berharap, Presiden maupun instansi terkait yang meminta anggota dewan untuk hidup hemat dan sejahtera, ‎benar-benar menerapkan pola itu dalam kehidupannya sehari-harinya. 


“‎KPK dan Jokowi harus memberikan contoh dulu. Kalau dia tidak sederhana, sementara kita disuruh sederhana, maka tidak cocok pengaplikasiannya. Kalau sederhana, ya mesti diperlihaykan ke masyarakat banyak,”‎ tutupnya. ***(ary)

 

*riauterkini.com