Mubes ke III PERPAT Kepri Berlangsung Penuh Semarak Kebesaran Melayu

Diterbitkan oleh Redaksi pada Sabtu, 6 Desember 2014 19:39 WIB dengan kategori Batam dan sudah 2.392 kali ditampilkan

BATAM - Gema kebesaran anak tempatan nampak saat berlangsungnya musyawarah besar Persatuan Pemuda Tempatan (perpat), Sabtu, 06/12/2014 di Hotel Mercure Nagoya Batam, hal ini karena musyawarah besar ke III bersempena dengan selama 15 tahun berdirinya perpat dihadiri para tokoh tokoh penting provinsi kepulauan Riau.


Perpat  mengadakan mubes III ini dengan tema Revitalisasi Gerakan Perpat, Junjung Tuah  Angkat Marwah. Kemeriahan kebesaran melayu tampak dari para undangan yang memakai pakaian melayu lengkap diiringi dengan seni tarian dan bahasa melayu.


Tampak hadir yakni Gubernur Kepulauan Riau HM. Sani, Walikota Batam DR. H. Ahmad Dahlan, Wawako Batam Rudi SE, Bupati Tanjung Balai Karimun H. Nurdin Basirun, Ketua DPRD Batam Nuryanto, dan beberapa anggota PERPAT yang dipercaya masyarakat menjadi wakil rakyat baik itu DPRD provinsi maupun DPRD kota dan kabupaten. Acara yang masih berlangsung akan sampai malam ini juga dihadiri tokoh LAM Batam, Bintan, Tanjung Balai dan Lingga.


Acara ini dibuka oleh Gubernur Kepri dengan ditandai pemukulan gong sebagai awal MUBES pemilihan ketua DPP PERPAT KEPRI berlangsung. Dalam sambutannya gubernur mengajak seluruh pemuda tempatan untuk selalu berbuat untuk masyarakat tanpa saling menyalahkan satu sama lain, beliau mengibaratkan seperti lagu OH BANGAU. Gelak tawa menghiasi ruangan saat gubernur menyanyikan lagu lawas tersebut.


Gubernur juga mengklaim dirinya telah berhasil memimpin provinsi ini terutama di bidang pendidikan “ saye sebagai orang tue bagi anande semue telah mengelingi pulau pulau yang ade di kepri ini dan mengajak orang tue kite untok menyekolahkan anaknye karene beasiswa buat pendidikan saye utamekan, takkan ade anak anak kite yang tak sekolah karene tak mampu” ujar gubernur dengan logat melayunya yang kental.


Pernyataan gubernur ini menanggapi atas pernyataan salah satu dari dewan pendiri perpat yakni Burhanudin Nur , dalam sambutannya Burhan meminta agar gubernur dan walikota batam serta seluruh pemimpin negeri ini untuk selalu memberi perhatian yang serius terhadap anak tempatan, terutama di bidang tenaga kerja, pendidikan dan legalitas kampung tua “giatkan kembali balai latihan kerja untuk anak tempatan, percuma kalau pemimpin mendatangkan investor namun tenaga kerja tidak ada yang berkompeten hingga anak tempatan tersisih, apalagi masalah tanah kampung tua, dalam keadaan tenang inilah kita semua harus segera menyelesaikan permasalahan tanah buat kampung tua, jangan saat sudah terjadi keributan baru mau diselesaikan, kita tak mau kejadian sengketa tanah di tanjunguma terjadi lagi” ujarnya


Salah satu pendiri perpat ini selain Saparuddin Muda dan Hasanuddin Muda, Burhan juga meminta meminta kepada seluruh kader perpat untuk selalu berbuat kebaikan tanpa ragu dan takut akan sebuah kritikan, dalam kesempatan ini dia menjelaskan bahwa pemilihan ketua DPP perpat melalui musyawarah majelis tinggi DPP Perpat atas usulan calon yang diajukan oleh ketua DPC Perpat se provinsi Kepri.


Pembukaan Mubes ini ditutup dengan pembagian cendera mata berupa plakat kepada seluruh tokoh pemimpin negeri dan kader berprestasi dari Perpat. Saat berita ini diketik acara masih akan berlangsung dengan pemilihan dan pelantikan pengurus perpat terpilih.

(Fahrul/Istariana)