Renyahnya Bisnis Pecel Lele Khas Mas Tomo

Diterbitkan oleh Redaksi pada Sabtu, 6 Desember 2014 08:38 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 2.280 kali ditampilkan

BINTAN - Menu pecel lele tentunya sudah sangat merakyat di berbagai daerah, mulai dari kalangan menengah keatas hingga masyarakat bawah menyukainya sebagai salah satu menu andalan ketika mereka menikmati sajian kuliner di warung-warung tenda kaki lima.


Melihat permintaan pasar yang begitu besar, Mas Tomo seorang lelaki yang membuka Tenda makan Kaki Lima di Jalan Kulit Teluk Sasah Lobam mencoba masuk ke tengah persaingan bisnis yang cukup ketat dengan menawarkan inovasi baru dalam menyajikan pecel lele.


Jika biasanya para pedagang kaki lima atau warung-warung pecel lele hanya menawarkan menu standar berupa lele goreng atau bakar yang dilengkapi sambal serta lalapan.


Mas Tomo mencoba mengangkat pecel lele sebagai menu makanan tenda berkelas dengan mengkreasikannya menjadi berbagai variasi menu pilihan olahan lele. Misalnya saja seperti lele goreng tepung, lele saus melayu, lele lada hitam, lele kuah tom yam, serta lele original yang biasa disajikan para pedagang kaki lima.


Meskipun Mas Tomo mengangkat pecel lele naik kelas dari makanan kaki lima menjadi menu utama, namun tetap menawarkan produk makanan hasil kreasinya dengan harga yang terjangkau. Untuk setiap variasi menu olahan lele dan ayam yang ditawarkan di pecel lele Mas Tomo, dengan harga sekitar Rp 10.000 sampai Rp 15.000.


Sedangkan untuk cah kangkung tauco, tumis tauge, serta perkedel kentang dihargai sekitar Rp 6.000 samapi dengan Rp 7.000. Selanjutnya untuk nasi putih ditawarkan dengan harga Rp 3.500 dan untuk minumannya rata-rata seharga Rp 3.000.