BPJS Kesehatan Dinilai Minim Sosialisasi

Diterbitkan oleh pada Senin, 8 Desember 2014 20:02 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 950 kali ditampilkan

Sejumlah pengamat menilai kesemrawutan pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial (SJSN) dan keengganan peserta untuk mendaftar ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diakibatkan oleh minimnya sosialisasi.


“Kalau dilihat di lapangan, masih banyak peserta, bahkan pejabat kesehatan di daerah belum mengerti secara detil operasional BPJS Kesehatan. Ini semuanya baru, dan programnya juga masih berjalan 11 bulan sejak resmi diatur oleh pemerintah,” ungkap Agus Pambagio, pengamat kebijakan publik di Lembang, seperti dikutip Bisnis.com, Senin (8/12/2014).


Apalagi, tahun depan, Agus mengatakan BPJS Kesehatan harus bekerja keras untuk meningkatkan pelayanan kesehatan karena perusahaan swasta dan BUMN diwajibkan mendaftarkan pekerjanya.


“Ini saja masih ruwet karena sebagian besar perusahaan swasta masih enggan mendaftar karena lagi-lagi minim sosialisasi. Alasan keterbatasan fasilitas kesehatan primer, jam operasional menjadi salah satu keenggenan mereka, dan belum jelasnya mekanisme koordinasi manfaat ,” jelasnya.


Seperti diketahui, jam operasional puskesmas sebagai faskes primer memang dipandang perusahaan swasta tidak memadai.