Rupiah Melorot, Sejumlah Bank Patok Kurs Jual Dollar AS

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 9 Desember 2014 15:53 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 1.023 kali ditampilkan

Pertahanan rupiah semakin rapuh saja. Tanda-tanda ekonomi Amerika Serikat (AS) yang mulai solid plus rencana Bank Sentral AS, The Federal Reserve, menaikkan suku bunga menyebabkan otot dollar AS kian perkasa. Sementara faktor siklus pengujung tahun juga turut memperdayai rupiah.



Alhasil, kurs rupiah terpuruk dan mendekati Rp 12.500 per dollar AS. Kemarin, kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan rupiah turun 0,46 persen ke posisi Rp 12.352.  Di pasar spot, rupiah terpental 0,74 persen menjadi Rp 12.390 dan mencapai level terendah sejak 24 November 2008.



Bahkan sejumlah bank besar menjual dollar AS dengan harga Rp 12.400 per dollar. Ambil contoh, kemarin Bank BNI menetapkan kurs jual dollar AS sebesar Rp 12.474. Harga jual tersebut berselisih sekitar Rp 248 lebih tinggi dibandingkan dengan kurs beli di bank itu. Begitu pula dengan Bank Permata, yang menjual sedollar seharga Rp 12.465.



Keputusan BI menaikkan suku bunga acuan BI rate sejauh ini belum cukup mujarab meredam keperkasaan dollar AS. Reny Eka Putri, analis pasar uang Bank Mandiri menyebut faktor dari internal dan eksternal menjadi penyebab melorotnya rupiah.



Dari dalam negeri, intervensi BI belum cukup menjaga kurs rupiah. Apalagi, cadangan devisa Indonesia di bulan November 2014 turun menjadi 111,1 miliar dollar AS.